Frekuensi

ASI mengandung semua nutrisi yang diperlukan tubuh si kecil sehingga ASI yang masuk banyak diserap untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuhnya dan hanya meninggalkan sedikit sisa. Setiap bayi memiliki frekuensi pup yag berbeda-beda, namun bayi dengan ASI eksklusif pada umumnya akan jarang mengeluarkan BAB, yaitu sekitar 3 hari sekali  hingga bahkan 10 hari sekali dengan volume pup yang lebih banyak, ini tidak perlu dikhawatirkan selama tekstur poop tidak keras dan si kecil terlihat tetap nyaman dan tidak kesakitan saat mengejan.

 

source: http://www.littlemonkeystore.com


 

Warna

Pada hari pertama bayi akan mengeluarkan pup berwarna hijau kehitaman yang disebut dengan meconium yang hingga hari ketiga berangsur-angsur berubah warna menjadi hijau kecoklatan. Setelah sisa meconium sudah benar-benar bersih dari pencernaannya, warna pup bayi ASI eksklusif adalah kuning terang.

source: http://www.sheknows.com


 

baca juga

Aroma

Dilansir dari www.enfa.co.id, menurut dr. Ekhard Ziegler, professor kesehatan anak dari University of Lowa menerbitkan penelitiannya dalam "The Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition", perbedaan aroma poop bayi ASI eksklusif dan bayi dengan susu formula adalah bayi ASI eksklusif cenderung mengeluarkan pup yang mengandung hidrogen tak berbau dan sulfur tingkat rendah. Berbeda dengan bayi yang mengonsumsi susu formula, mereka cenderung mengeluarkan poop yang memiliki bau percampuran methyl mercaptan dan hydrogen sulfide, sehingga lebih bau. Sedangkan aroma pup bayi ASI eksklusif tidak berbau tajam dan tidak menyengat.
source: https://id.pinterest.com


 

Konsistensi (bentuk)

Dari segi bentuk, bayi ASI eksklusif yang sehat memiliki konsistensi tinja yang lunak dan terdapat butiran-butiran kecil seperti beras. Tapi tetap perlu diingat bahwa setiap bayi memiliki bentuk tinja yang berbeda-beda. Selama konsistensi tinja tidak keras dan kasar, kamu tidak perlu khawatir dengan kemungkinan si kecil mengalami konstipasi.

source: http://www.highpriorityplumbing.com