Pendonor ASI

Untuk menjadi pendonor ASI, ibu harus: 
  1. Memiliki bayi  atau sedang menyusui bayi berusia kurang dari 6 bulan
  2. Dinyatakan sehat dan tidak mempunyai masalah menyusui
  3. Produksi ASI sudah memenuhi kebutuhan bayinya dan berlebih 
  4. Tidak menerima transfusi darah atau transplantasi organ/jaringan dalam 12 bulan terakhir
  5. Tidak mengonsumsi obat, termasuk insulin, hormon tiroid, dan suplemen yang bisa memengaruhi kesehatan bayi
  6. Bebas dari penyakit menular, seperti hepatitis, HIV, atau HTLV2
  7. Suami tidak berisiko terinfeksi penyakit, seperti HIV, HTLV2, hepatitis B/C, merokok dan mengonsumsi alkohol
Pendonor ASI
source: https://kidspot.co.nz

Apabila syarat-syarat di atas telah terpenuhi, maka ibu dapat menjadi pendonor. Tak kalah penting adalah ibu harus mendonorkan ASI yang higienis dan aman atau tidak terpapar bakteri saat memerah ataupun menyimpan ASI. 
 
Selain beberapa aturan terkait kesehatan, pendonor ASI juga wajib: 
  • Memiliki identitas yang jelas, agama dan alamat untuk diketahui ibu si penerima ASI
  • Donor ASI atas persetujuan ibu kandung ataupun keluarga bayi 
  • Pendonor mengetahui identitas bayi yang akan diberikan ASI
Pendonor ASI
source: http://www.momtastic.com

 
baca juga

Panduan untuk Ibu Menyusui Penerima ASI

1. Tidak Mendapatkan ASI secara Online
Nyatanya di Indonesia, banyak sekali donor ASI yang terjadi secara online atau diperjualbelikan lewat media sosial. Hati-hati, jangan sampai Moms mendapatkan ASI lewat online dari identitas pendonor yang tidak jelas dan tidak tahu apakah ASI dalam keadaan baik dan aman untuk dikonsumsi bayi. 

Setidaknya, si pendonor memiliki bukti kesehatan bahwa ia tidak mengidap suatu penyakit menular, memiliki identitas yang jelas. Selain itu, cukup penting agar Moms bertemu langsung dengan si pendonor. 

2. Tetap Melakukan Skrining ASI
Meski ibu mendapatkan ASI dari orang yang dikenal, namun jangan abaikan untuk tetap memeriksa kondisi ASI. ASI yang dipompa oleh calon donor harus diperiksa terlebih dahulu dari beberapa penyakit menular, seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, CMV, dan sifilis.
 
Panduan untuk Ibu Menyusui Penerima ASI
source: http://cn.timesofisrael.com

Nah, itu dia beberapa hal yang wajib diperhatikan dalam donor ASI, Moms! Semoga membantu!