1. Azoospermia

Azoospermia merupakan kelainan di mana air mani atau cairan semen tidak ditemukan adanya sel sperma sama sekali, sehingga mempengaruhi kesuburan pria. Pria dengan azoospermia tidak mungkin menyebabkan kehamilan pada pasangan, karena memang tak ada sperma yang dikeluarkan untuk membuahi sel telur. Tapi jangan khawatir, karena kondisi ini masih bisa diobati dengan operasi. Selain itu, alternatif lain mendapatkan keturunan adalah lewat program bayi tabung. 
 
1. Azoospermia
source: http://www.theamericanconservative.com

 

2. Oligospermia

Oligospermia adalah kondisi sperma yang dihasilkan sangat sedikit atau kurang dari jumlah normal. Cairan sperma atau air mani (semen) yang keluar pada saat ejakulasi normalnya mengandung sekitar 20 juta sel sperma per mililiter. Apabila kurang dari 15 juta per mililiter, maka dinyatakan kurang dari normal. Kurangnya jumlah sel ini akan memperkecil kemungkinan untuk terjadinya pembuahan, tetapi bukan berarti seorang pria yang mengalami oligozoospermia tidak bisa memiliki anak sama sekali. Penyebab oligospermia yang perlu diwaspadai adalah gangguan hormonal, penyakit menular seksual, operasi pada bagian genital, merokok dan efek obat-obatan. 
 
2. Oligospermia
source: https://www.medicaldaily.com

 
baca juga

3.  Teratozoospermia

Teratozoospermia merupakan kelainan sperma di mana bentuk dan ukurannya abnormal sehingga tidak dapat membuahi sel telur. Hal ini menyebabkan terjadinya gangguan pada kesuburuan pria dan sulit menyebabkan kehamilan. Penyebab teratozoospermia dipengaruhi oleh faktor usia dan penyakit seperti penyakit Celiac (reaksi negatif terhadap gluten) dan Hodgkin (kanker kelenjar getah bening). Solusi untuk pria dengan teratozoospermia untuk mendapatkan keturunan adalah dengan menjalani bayi tabung. 
 

3.  Teratozoospermia
source: http://mamiverse.com

 

4. Asthenozoopermia

Asthenozoopermia adalah kondisi di mana pergerakan sperma lambat atau tidak gesit sehingga sulit membuahi sel telur. Kelainan sperma ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, hormon tidak seimbang, merokok, kelainan kromosom, sering berendam air hangat dan sebagainya. Treatment pria dengan asthenozoopermia dilakukan sesuai dengan penyebabnya.
 

4. Asthenozoopermia
source: https://melmagazine.com

 
baca juga

5. Necrospermia

Necrospermia (necrozoospermia) adalah suatu kondisi di mana sperma dalam air mani, mati atau tidak bergerak sehingga tidak dapat melakukan perjalanan ke sel telur untuk pembuahan. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh infeksi pada saluran reproduksi pria, masalah dengan testis, antibodi anti-sperma, atau usia lanjut. 
 
5. Necrospermia
source: http://davidgillespie.org

Nah, itu dia beberapa masalah ketidaksuburan pria sehingga menyebabkan sulit hamil. Jadi, bukan hanya ketidaksuburan wanita saja yang memengaruhi kehamilan, melainkan dari sisi pria juga.