1. Hypoxic ischemic encephalopathy (HIE)

Penyebab paling umum kejang bayi baru lahir adalah Hypoxic ischemic encephalopathy (HIE), yang merupakan cedera otak yang disebabkan oleh kurangnya oksigen (hipoksia) dan berkurangnya aliran darah (iskemia) di otak bayi. HIE disebabkan karena bayi mengalami cedera selama proses persalinan. Dampak HIE sangat buruk, di antaranya menyebabkan kerusakan otak permanen dan kondisi seperti Cerebral palsy, keterlambatan perkembangan dan ketidakmampuan belajar.
 
1. Hypoxic ischemic encephalopathy (HIE)
source: https://www.babycenter.com

 

2. Pendarahan Otak

Pendarahan otak juga dapat menyebabkan kejang, terutama pada bayi baru lahir. Ada beberapa jenis pendarahan umum  yang serting pada bayi yaitu subarachnoid, subdural, subgaleal dan intraventricular hemorrhages (IVH). Intraventricular hemorrhages (IVH) lebih sering terjadi pada bayi prematur. Selain bayi mengalami hipoksia atau kekurangan oksigen selama persalinan, pendarahan juga terjadi akibat penggunaan forceps atau vacuum extractors yang menyebabkan trauma kepala. 

 
2. Pendarahan Otak
source: http://www.prospectpediatrics.com

 
baca juga

3. Infeksi

Infeksi pada sistem saraf pusat dapat menyebabkan kejang. Infeksi tersebut berupa meningitis, peradangan jaringan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang, dan ensefalitis yang merupakan peradangan pada jaringan otak itu sendiri. Penyebab meningitis dan peradangan atau sepsis adalah virus, bakter dan jamur. Misalnya, virus seperti enterovirus dapat menyebabkan ensefalitis. Virus herpes simpleks juga dapat menyebabkan kejang yang mematikan dan infeksi otak.


 
3. Infeksi
source: http://hairlosstreatment.16mb.com

 

4. Hipoglikemia

Beberapa bayi dilahirkan dengan fungsi metabolisme yang tidak normal. Salah satunya hipoglikemia atau gula darah rendah. Gula atau glukosa adalah sumber energi utama untuk otak. Ketika kadar glukosa menurun di angka tertentu, hal ini dapat menyebabkan kejang. Menurut beberapa penelitian, bayi yang lebih kecil dari normal saat lahir umumnya memiliki gula darah rendah. Selain itu, faktor risiko penyebab hipoglikemia pada bayi baru lahir adalah ibu mengalami diabetes gestasional. Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terkena diabetes, kadar gula dalam darahnya akan turun dengan cepat setelah lahir, sehingga bayi menjadi lesu dan sulit makan. 
 
4. Hipoglikemia
source: https://www.medpagetoday.com

 
baca juga

5. Stroke Iskemik

Stroke iskemik dapat menyebabkan kejang pada bayi. Bayi yang memiliki tekanan darah rendah,  yang sering terjadi ketika bayi kekurangan oksigen, akan rentan terhadap stroke. Stroke iskemik pada bayi ini sangat berbahawaya, karena dapat menyebabkan apnea (periode di mana napas berhenti) pada bayi. 
 
5. Stroke Iskemik
source: https://www.medicaldaily.com

Nah, itu dia beberapa penyebab kejang pada bayi baru lahir. Segera berkonsultasi kepada dokter dan meminta saran mengenai cara merawat bayi yang mengalami kejang ya, Moms!