Merawat Tali Pusar Bayi

source: http://hellodoktor.com

Merawat tali pusar bayi baru lahir sangatlah penting. Umumnya tali pusar bayi akan terlepas sekitar 5 sampai 10 hari setelah kelahiran. Nah, jagalah agar tali pusar selalu bersih dan kering. Setiap kali kamu melihat cairan atau lendir pada pangkal tali, maka segera bersihkan dengan kapas yang dibasahi dengan air matang yang dingin. Gunakan kapas yang baru untuk setiap menyeka, ulangi menyeka sampai pangkal tali pusar benar-benar bersih. Ingat untuk membersihkan tali pusar dengan lembut untuk menghindari perdarahan.

Selain itu, hindari merekat popok terlalu kencang dan posisikan di bawah pusar. Ini dapat menjaga pusar tetap kering dan mencegah popok menggosok tali pusar yang dapat menyebabkan perdarahan. Jangan menggunakan apapun untuk menutup umbilikus atau mengoleskan obat apapun seperti minyak, salep, bedak-pusar atau plester di atasnya. Kamu mungkin akan melihat tetesan-tetesan darah di popok sekitar waktu tunggul tali pusar jatuh, hal ini normal terjadi. Lanjutkan membersihkan umbilikus dengan air-matang yang dingin, secara teratur sampai benar-benar kering. Luka akan sembuh dalam 2-3 hari dan perdarahan akan mereda. Apabila ternyata perdarahan tidak kunjung reda, maka segera bawa bayi ke dokter!

 

baca juga

Merawat Bayi yang Mengalami Kuning

source: http://www.parenting.com

Penyakit kuning yaitu berubahnya warna kulit dan bagian putih mata menjadi kuning, biasanya dialami bayi baru lahir di bulan pertama. Ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah pigmen (bilirubin) di dalam darah. Tak perlu terlalu khawatir apabilan bayimu mengalami penyakit kuning yang ringan. Karena pada kebanyakan kasus, penyakit kuning pada bayi yang baru lahir masuk dalam kategori ini, akan bisa hilang sendiri tanpa pengobatan dalam waktu 1 sampai 2 minggu.

Kamu cukup memberinya ASI untuk membantu mengurangi  tingkat penyakit kuning dan mencegah dehidrasi. Tapi, jika bilirubin darah meningkat sangat cepat, maka bilirubin bisa masuk ke sel-sel otak dan menyebabkan kerusakan, yang disebut Kernicterus. Hal ini bisa menyebabkan hilangnya pendengaran, keterbelakangan mental, kejang otot bahkan kematian. Oleh karena itu, segera bawa bayi untuk diperiksa untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan terjadi padanya.

 

Awasi Perkembangan Kesehatan Bayi Selama 3 Bulan Pertama

source: http://www.newhealthadvisor.com

Biasanya dokter akan melakukan serangkaian tes kesehatan pada bayi baru lahir sebelum dibawa pulang ke rumah. Apabila dokter menyatakan Si Kecil sehat dan boleh dibawa pulang, maka jangan terlalu percaya diri menganggap kesehatan bayimu tidak perlu lagi diutamakan. Karena bayi masih beradaptasi dengan lingkungan barunya dan daya tahan tubuhnya juga belum berkembang dengan baik, maka ia akan mudah sekali terkena penyakit.

Nah, apabila selama kamu merawatnya di rumah, si bayi mengalami tanda-tanda seperti tampak pucat, mengantuk dan panas, tidak lincah dan menangis secara berlebihan dan memuntahkan cairan berwarna hijau atau mengandung bercak, maka kamu perlu curiga bayimu mengalami gangguan kesehatan yang serius. Selain itu, perhatikan pula tanda lain misalnya tidak mau makan atau nafsu makan menurun drastis, kejang-kejang (convulsion), bernafas dengan sangat cepat secara konstan atau kesulitan bernafas dan berhenti bernafas selama 15 detik atau lebih. Segera bawa ke dokter apabila bayimu mengalami setiap tanda itu yah!

 

baca juga

Cegah Bayi dari Sindrom Kematian Mendadak saat Tidur (SIDS)

source: https://www.todaysparent.com/baby/baby-sleep/baby-sleep-tricks/

Sindrom Kematian Bayi Mendadak atau Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) adalah kematian mendadak, tak terduga, dan tidak dapat dijelaskan pada bayi dalam tahun pertama mereka, biasanya saat tidur, dengan sebab yang tidak diketahui. SIDS paling sering menyerang bayi berumur 6 bulan dengan puncaknya pada umur 2 hingga 3 bulan.

Untuk melindungi bayi dari SIDS maka bayi baru lahir harus ditidurkan dalam posisi telentang. Tidur telentang enam kali lebih aman daripada tidur tengkurap dan dua kali lebih aman daripada tidur miring. Selain itu, ciptakan lingkungan tidur yang aman dengan menidurkan bayi di atas permukaan tidur yang kokoh. Gunakan kasur yang kokoh dan terisi sempurna. Jangan pernah menidurkan bayi di atas selimut, bantal, dan meletakkan mainan dalam box atau cribnya. Selain itu, di enam bulan pertama, letakkan box bayi dalam kamarmu, agar kamu bisa sewaktu-waktu mengecek kondisi bayimu ketika terlelap.