Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia menyebut, pemberian snack haruslah bernutrisi seimbang dan terjadwal di antara jam makanan utama dapat mendukung terpenuhinya kebutuhan nutrisi anak. Sebaliknya, snacking yang tidak terjadwal dapat memicu perilaku makan yang buruk yang pada akhirnya berdampak pada kekurangan atau kelebihan nutrisi, serta nutrisi yang tidak seimbang. Sebagai contoh, seorang anak yang menurut persepsi orangtua “sulit makan”, ditawarkan biskuit, wafer, keripik, dan jus setiap saat.

Hal ini dapat menyebabkan anak sudah merasa kenyang saat jadwal makan utama tiba. Akibatnya asupan makanan sang anak sebagian besar diperoleh dari snack yang bernilai nutrisi rendah yang selanjutnya berdampak pada kekurangan nutrisi.
Bingung Memilih Camilan untuk Anak? Pertimbangkan Hal-hal Berikut Ini!
source: https://www.freepik.com

Bagaimana cara memilih camilan yang baik?

Orang tua bertugas menyediakan makanan yang bergizi lengkap dan seimbang serta membiasakan jadwal makan yang teratur. Makanan yang bergizi mutlak perlu disediakan baik untuk makanan utama maupun camilan. Orang tua cenderung memiliki cemilan kemasan karena praktis, mudah didapat terutama saat di luar rumah, dan rasanya enak, misalnya keripik, wafer, biskuit, dan permen. Sebuah studi di Amerika menunjukkan bahwa 86% batita mengonsumsi satu jenis cemilan yang tidak bergizi dalam sehari, berupa camilan asin atau manis, minuman manis, dan permen.

Berikut adalah tips memilih camilan sehat untuk anak:

  1. Siapkan camilan yang bergizi, artinya mengandung karbohidrat, protein, lemak secara seimbang namun dengan porsi lebih kecil dibandingkan makanan utama. Misalnya seperti bubur kacang hijau, sandwich keju mini, roti selai kacang, puding susu, lemper, risoles, pastel dan makaroni panggang. Siapkan camilan dalam porsi-porsi kecil dan tampilan yang menarik agar anak tertarik untuk menyantapnya dan tidak memilih camilan Bila memilih camilan dalam kemasan, cermati komposisi bahan, pastikan anak tidak mengonsumsi gula berlebih.
  2. Pastikan camilan yang Moms sajikan aman, artinya bebas dari bahan tambahan pangan (BTP) yang berbahaya. Bahan tambahan yang dilarang oleh BPOM adalah asam borat, asam salisilat, dietilpirokarbonat, dulsin, kalium klorat, kloramfenol, minyak nabati yang dibrominasi, nitrofurazon, dan formalin.
  3. Camilan harus diolah dan disajikan secara higienis.
  4. Jangan menyimpan makanan yang tidak bergizi di lemari atau kulkas, misalnya permen atau keripik.
  5. Untuk anak dengan status gizi lebih atau obesitas, camilan juga merupakan sarana mengontrol asupan kalori sambil tetap mempertahankan rasa kenyang. Berikan berupa buah potong, bukan jus buah. Bila anak minum susu, berikan susu rendah lemak/tanpa lemak untuk anak usia di atas 2 tahun.
  6. Biasakan hanya minum air putih. Hindari kebiasaan minum minuman manis seperti teh manis, teh botol, susu kental manis, minuman berperisa, jus buah yang ditambah gula, dan minuman bersoda.
Bingung Memilih Camilan untuk Anak? Pertimbangkan Hal-hal Berikut Ini!
source: https://www.freepik.com