Apa itu ACA ?

ACA (Anti Cardiolipin Antibody)  yaitu di mana kondisi darah lebih cepat membeku/menggumpal dibanding kondisi normal. ACA bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Baik perempuan, laki-laki, tua maupun muda bahkan wanita hamil. Belum diketahui secara pasti penyebab sindrom ACA ini. Tapi para ahli menyebutkan bahwa pola hidup tidak sehat dan kualitas udara yang kurang baik menjadi faktor risiko orang terserang sindrom kekentalan darah. 
Sindrom ACA sangat luas akibatnya bagi si penderita, dari mulai kaburnya pandangan, kesulitan  mendengar hingga kesulitan bernafas. Khusus ACA pada wanita, dapat menyerang organ reproduksi. Menurut ahli hematologi dan onkologi medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) Prof.DR.dr. Karmel Lidow Tambunan, Sp.PD, K-HOM, seperti yang dilansir dari kompas.com, 

source: http://www.thehealthsite.com/wp-content/uploads/2013/01/blood-test.jpg
Darah dengan kekentalan tinggi menyebabkan makanan yang melewati plasenta sulit untuk mencapai janin yang dikandung. Sehingga, salon Ibu mengalami kesulitan untuk hamil atau mengalami keguguran berulang.
source: http://www.thehealthsite.com/wp-content/uploads/2013/01/blood-test.jpg

Wanita hamil dengan kondisi kekentalan darah tinggi juga berisiko melahirkan bayi prematur, bahkan kematian bayi.

Segera Cek ACA Jika Moms Mengalami Hal Ini

Darah kental adalah kondisi saat darah kekurangan cairan, akibatnya sel yang ada mudah melekat satu sama lain. Kondisi ini mengakibatkan darah kesulitan mengalirkan nutrisi atau oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya penderita ACA sering mengeluh pusing, migrain, pegal di daerah tengkuk dan leher, pandangan berkunang hingga daya ingat menurun.

Darah kental sendiri merupakan gangguan akibat tingginya kadar ACA, yaitu protein dalam darah yang menyebabkan tubuh mebentuk reaksi kekebalan. ACA yang sudah parah bisa menyebabkan APS (Antiphospholid Syndrome) atau sindrom darah kental. Bila Moms sering mengalami gejala seperti di atas dan sedang melaksanakan program hamil, segera lakukan tes kekentalan darah. 

source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSptBdlHeEctCfrz6EfH0NptKsng6NCQl7SVBAuxoUX0DXC3RLr
baca juga

Bagaimana Cara Test ACA?

Test ACA saat program hamil sangat penting dilakukan mengingat janin akan sulit tumbuh dengan kondisi darah kental. Cek kekentalan darah bertujuan untuk mengetahui keberadaan paparan protein ACA yang dalam jumlah yang tidak normal. Saat Tes ACA maka akan diketahui kadar IgG dan IgM yang menjadi standar adanya ACA. Berdasarkan hasil tes, calon ibu akan dibagi menjadi tiga golongan, yaitu golongan rendah, sedang dan tinggi.
  • Calon ibu yang masuk dalam kategori golongan rendah atau negatif jika angka IgGnya berkisar antara 15-20.
  • Calon ibu yang masuk dalam kategori sedang jika angka IgGnya antara 20-80.
  • Sedangkan Calon Ibu masuk dalam kategori tinggiatau positif, apabila angka IgGnya lebih dari 80.
Tingkat kekentalan darah sendiri bisa diukur dengan seberapa cepat darah membeku. Dalam keadaaan normal, darah akan membeku dalam waktu 25-40 detik. Sedangkan pada penderita sindrom kekentalan darah, darah cepat sekali membeku dalam waktu 25 detik.
 

 

source: https://www.orami.co.id/magazine/apa-sajakah-persiapan-untuk-program-hamil/

Manfaat tes bagi Moms yang sedang program hamil adalah dapat sejak dini dberikan penanganan yang tepat. Moms harus rajin kontrol ke dokter untuk memantau kesehatan kehamilan dan janin. Kadar ACA yang masih rendah biasnaya diobati melalui aspirin, dengan kemampuan mempertahankan bayi  sebesar 40 persen. Namun bila kadar ACA cukup tinggi, dokter menyarankan penderita menerima suntikan heparin atau fraksiparin. Kedua obat ini akan mencegah pengentalan darah akibat kadar ACA yang tinggi. Selain itu, Moms juga harus menjalani pola hidup sehat dan banyak mengonsumsi air putih.

Itulah informasi mengenai ACA dan pengaruhnya pada program kehamilan. Semoga bermanfaat dan kehamilan sehat segera terwujud ya Moms.