Kista ovarium dibagi menjadi dua jenis, yaitu kista fungsional dan kista patologis. Kista tersebut tumbuh dalam ovarium yang dapat mempengaruhi kesuburan maupun kandungan. 

Penting, Moms! Kenali Jenis-jenis Kista Ovarium yang Perlu Diwaspadai
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRcv6GLYjn03ISv9nihqLZ8FfLhrFQcPmdeOpnZ_O0E4siRpNW_zg

Kista Fungsional

Kista fungsional muncul sebagai bagian dari siklus menstruasi dan tidak berbahaya karena bisa hilang dengan sendirinya. Kista fungsional dibagi menjadi dua jenis yaitu:

  • Kista Korpus Luteum. Korpus luteum sendiri merupakan sel yang memprodusi hormmon estrogen dan progesteron setelah pelepasan sel telur. Kista ini terjadi akibat penyumbatan pada lubang pelepasan sel telur hingga terjadi penumpukan cairan di korpus luteum dan berkembang menjadi kista. Kista korpus luteum ini umumnya dapat hilang dalam beberapa bulan, tapi memiliki resiko untuk pecah dan menimbulkan rasa nyeri yang tiba-tiba
  • Kista folikel. Di dalam ovarium, sel telur berkembang dalam struktur yang dikenal sebagai folikel. Ketika folikel mengalami gangguan sehingga tidak dapat melepaskan sel telur, maka folikelpun membengkak berisi cairan dan berkembang menjadi kista. Kista folikel akan menghilang dengan sendirinya selama beberapa minggu,
Kista Fungsional
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSlUUIgVlJz9Qulc4DASW2Fmxsi0QvcU5qDuYECoOKXc2fozN3X
baca juga

Kista Patologis

Kategori kista ini tidak berhubungan dengan adanya menstruasi dan muncul sebagai akibat dari pertumbuhan sel yang tidak normal. Dalam sebagian kecil kasusnya, kista ini dapat berpotensi menjadi kanker.

  • Kista dermoid. Kista ini berisi cairan seperti mentega. Kista dermoid adalah jenis kista dengan sel abnormal yang paling umum terjadi pada wanita berusia di bawah 40 tahun. Tidak seperti kista yang lain, kista ini dapat mengandung semua jenis jaringan manusia seperti rambut, darah, lemak, tulang, kulit bahkan gigi. Hal ini terjadi karena kista ini berasal dari sel yang belum berkembang menjadi sel telur. Kista dermoid umumnya tidak ganas Moms, tapi dapat berkembang dan membesar hingga 20 cm sehingga harus diangkat melalui proses operasi. Jadi tetap harus waspada ya Moms.
     
  • Kista Adenoma. Jenis kista ini umum terjadi pada wanita di atas 40 tahun. Kista adenoma terbentuk dari sel-sel jaringan luar ovarium. Kista adenoma dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kista adenoma serosa dan kista adenoma mukosa.
    • Kista adenoma serosa berisi cairan bening yang bentuk dan warnanya mirip dengan air perasan kunyit. Apabila kista serosum bersarang pada indung telur, maka kista ini mudah pecah dan menyebabkan nyeri yang luar biasa. Kista ini dapat ditemukan sewaktu kehamilan terjadi karena hormon estrogen pada wanita hamil akan meningkat, sehingga memacu pertumbuhan kista serosum. Kista dengan bentuk seperti buah bertangkai ini akan terdesak dan menimbukan rasa nyeri yang luar biasa saat rahim mulai membesar dan janin mendesak kista. Oleh karena itu, apabila ditemukan kista pada trimester awal, kista ini harus segera diangkat.
      Jenis kista ini juga sering berubah menjadi kista ganas, disebut kanker indung telur atau kanker ovarium - ovarian cancer.
    • Kista Adenoma Musinous berisi cairan berupa lendir kental yang lengket. Kista musinosum akan membesar akibat adanya kehamilan. Oleh sebab itu, saat kista musinosum terdeteksi harus segera diangkat. Ukuran kista adenoma mukosa dapat berkembang hingga berdiamater 35 cm. Kista ini jarang yang bersifat ganas, tapi dapat menyebabkan ovarium terpelintir sehingga aliran darah ke ovarium tersumbat.
Kista Patologis
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQS9C9AektAOpOH0hQBH10TQyvr43iasO3u-weTn2VqaX8i4HQ3IQ
Selain jenis kista di atas, kista juga bisa terjadi disekitar ovarium Moms. Kista Policistic Ovarian Desease merupakan kista yang terjadi disekililing ovarium. POD terjadi pada wanita dengan gangguan hormon estrogen ataupun wanita normal. Ukuranya kista ini kecil Moms, meskipun demikian jumlahnya yang banyak mengakibatkan lapisan luar ovarium menebal. Kista jenis ini mengakibatkan permasalahan pada kesuburan dan kandungan serta dapat menghambat ovulasi. 

Kista ovarium yang berjumlah banyak dan dapat menggangu kesuburan lainnya adalah  Policistic Cyst Ovarium Syndrome (PCOS). Penyebab kista ini adalah gangguan hormon pada wanita. Kista ini sering terjadi pada wanita usia produktif sehingga berdampak pada kesuburan. Kista ini berbahaya Moms, mengingat resiko pendarahan bisa terjadi sehingga menganggu kehamilan dan dapat menyebabkan keguguran.
Kista Patologis
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQpEZ4GchN-ApZGvLwmJzDBjuA9o3-0Qzh3dcweo_SMHWLy2Yj5_w

Nah Moms, sebenarnya anggapan kista selamanya dapat mempengaruhi kandungan dan kesuburan tidak selamanya benar. Pada umumnya kista dapat diangkat dengan mudah melalui operasi tanpa mengangggu ovarium. Tapi untuk jenis kista ovarium yang komplek, pengangkatan kista ovarium melalui operasi dapat mempengaruhi penderitanya.