Sariawan adalah kondisi dimana terjadinya peradangan pada lapisan jaringan yaitu mulut. Sariawan biasa terjadi dibeberapa bagian mulut, seperti gusi, lidah, bibir dan juga dasar mulut. Sariawan umumnya akan menimbulkan rasa nyeri, kemerahan dan pembengkakan. Selain itu, sariawan biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam 7-21 hari, namun rasa perih pada mulut dapat membuat anak tidak nafsu makan sehingga ia akan mengalami berat badan.
 
Parahnya, anak menolak untuk makan bahkan berlanjut walaupun sariawannya sudah sembuh, karena masih trauma dengan rasa perih di mulut. Nah, untuk mengantisipasinya para orangtua diharuskan mengetahui apa penyebab sariawan pada anak seperti berikut ini:

source: http://lovelus.com
  1. Trauma pada mulut menjadi salah satu penyebab terjadinya sariawan pada anak. Biasanya terjadinya karena anak secara tidak sengaja menggigit lidah atau bagian dalam bibirnya. Nah, gigitan itulah yang kemudian berubah menjadi sariawan.
  2. Alergi makanan bisa menjadi penyebab anak sariawan, misalnya ternyata seafood biasanya mulutnya juga akan terasa gatal yang kemudian dimainkan atau digigit oleh anak. Nah, gesekan pada lidah atau mulut yang kemudian berubah menjadi sariawan. Karena itu, sebaiknya hindari anak mengonsumsi makanan yang bisa memicu alergi.
  3. Walaupun vitamin C bagus untuk kesehatan, namun terlalu sering mengonsumsi buah-buahan yang asam seperti jeruk justru dapat membuatnya mengalami sariawan.
  4. Kekurangan vitamin seperti asalm folat, zinc dan B12 juga menjadi penyebab timbulnya sariawan pada anak. Oleh karena itu, berikanlah makanan yang kaya akan kandungan vitamin-vitamin tersebut.
  5. Jika kita melihat ada bercak-bercak putih pada lidah maupun gusi yang tidak mudah hilang, maka itu adalah jamur. Ya, jika dibiarkan dan justru akan semakin banyak dapat menyebabkan luka pada mulut salah satunya adalah sariawan.
source: https://img.okezone.com
baca juga


Saat anak sariawan, cara ampuh untuk mengatasinya dengan memintanya untuk kumur-kumur dengan menggunakan larutan air garam. Selain itu, hindarilah memberikan makanan yang panas dan asam karena jika bersentuhan dengan area yang sariawan akan menimbulkan rasa trauma yang membuat anak menjadi tidak mau makan.
 
Namun, jika sariawan disertai dengan demam, rewel yang parah, anak mengalami dehidrasi dan bahkan tidak mampu untuk menelan makanan dan minum. Sebaiknya segera periksakan ke dokter agar segera mendapatkan penanganan lebih lanjut.