1. Pasokan ASI Rendah 

ASI yang pertama kali keluar setelah melahirkan disebut kolostrum. Kolostrum jumlahnya sedikit dan akan meningkat terus dalam beberapa hari, bila cara-cara menyusui dikuti dengan baik. Namun beberapa ibu mengalami pasokan ASI yang rendah yang disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya jaringan kelenjar yang tidak mencukupi atau sindrom ovarium polikistik (PCOS) di mana kondisi terganggunya fungsi ovarium pada perempuan yang berada di usia subur. 

source: https://www.freepik.com

2. Nyeri Pada Payudara

Beberapa ibu menyusui ada yang merasakan nyeri di puting saat menyusui Sang buah hati. Hal paling umum penyebab kondisi ini adalah posisi menyusui yang salah sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman pada ibu. Selain itu, hal ini bisa juga disebabkan oleh infeksi jamur atau masalah kelenjar payudara. Untuk mengatasi hal ini, Moms bisa memberikan obat oles atau obat penghilang rasa sakit atas resep dokter.

source: https://www.freepik.com
baca juga

3. Pengaruh Obat-obatan

Beberapa ibu menyusui ada yang harus mengonsumsi obat-obatan tertentu atasa saran dokter dan menyebabkan produksi ASI terganggu. Beberapa obat yang bisa mengganggu pasokan ASI misalnya obat kemoterapi, obat antiretroviral, yodium radioaktif, beberapa obat penenang, dan obat-obatan yang bisa menyebabkan kantuk dan juga bisa menekan bagian pernapasan. 

source: https://mothersbynature.files.wordpress.com

4. Penyakit Menular

Bagi ibu yang dengan penyakit menular seperti HIV, herpes dan juga tubercolosis sangat tidak diizinkan untuk menyusui Si kecil. Hal ini karena virus-virus tersebut dapat masuk ke dalam tubuh bayi melalu ASI yang ia minum dari Sang ibu. Terlebih HIV sangat berbahaya karena akan menular kepada bayi dan risikonya bisa sangat mematikan. 

 

source: https://www.freepik.com