Bahan
Meskipun sama-sama disebut susu formula, ternyata bahan dasarnya tak selalu sama. Ada yang berbahan dasar susu sapi, susu kambing, bahkan susu kedelai. Dikutip dari Alodokter, susu formula mengandung nutrisi utama yang sama (protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral), namun perbedaannya terletak di hal-hal spesifik seperti perbedaan protein sapi yang digunakan (whey, casein, atau campuran).

Umumnya, bayi yang normal tanpa masalah intoleransi laktosa dapat diberi susu formula yang berbahan dasar susu sapi. Berkonsultasilah dengan dokter anak untuk mencari formula yang tepat, serta apabila muncul gejala masalah pencernaan. Di sini, penting bagi orang tua untuk rajin membaca label susu formula sebelum membeli. Kalau bingung, tinggal foto saja menggunakan smartphone, lalu tujukkan pada dokter anak.

 

source: http://www.dailymail.co.uk



Usia
Anak usia bayi dengan anak usia balita tentu membutuhkan asupan nutrisi yang berbeda. Perusahaan susu formula wajib mengikuti arahan Departemen Kesehatan serta Badan Pengawasan Obat dan Makanan yang terkait untuk membuat susu formula dengan kandungan nutrisi yang tepat untuk anak usia tertentu. Inilah sebabnya label susu formula mencantumkan keterangan usia, dan mengapa kamu perlu mengikutinya.
 

source: http://www.scmp.com
baca juga



Fortifikasi
Jangan takut memilih susu formula yang difortifikasi, yang artinya diberi tambahan nutrisi. Ini dilakukan agar susu formula dapat memenuhi asupan nutrisi bayi semaksimal mungkin. Sebagai langkah pertama, WebMD menganjurkan agar memilih susu formula yang diberi tambahan zat besi, kecuali dilarang oleh dokter. Bayi membutuhkan asupan zat besi untuk mencegah anemia. Lagi-lagi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak sebelum menentukan pilihan.
 

source: https://www.tesco-baby.com/baby/weaningandfeeding/food-hygiene-for-your-baby/