source: https://www.kalcare.co.id



1. Sudah pernah melakukan hubungan seksual.

2. Tidak sedang menstruasi. Pemeriksaan pap smear dapat dilakukan minimal lima hari setelah selesai menstruasi atau 14-20 hari setelah haid. Menurut Dr dr Junita Indarti, SpOG(K) seperti yang dikutip dari detikhealth, menstruasi dapat mengaburkan hasil pap smear. Sebab, tes pap smear pada saat menstruasi cenderung memberikan hasil negatif terus-menerus, sehingga ada kemungkinan sel abnormal tak terdeteksi.

3. Tidak sedang mengalami infeksi. Misalnya, infeksi dalam bentuk keputihan berat.

 

source: http://www.oprah.com

4. Tidak boleh berhubungan intim dengan kondom maupun tanpa kondom. Minimal 3 x 24 jam sebelum tes pap smear.

5. Tidak boleh memakai tampon dan/atau obat-obatan apapun yang dimasukkan ke dalam vagina. Minimal 2 hari sebelum pap smear.

6. Tidak boleh menggunakan cairan pembersih yang dimasukkan ke dalam vagina. Misalnya seperti douche, sabun sirih atau antiseptik, dan sebagainya, minimal 2 hari sebelum pap smear. Hanya pembersih bagian luar vagina yang boleh digunakan. Pasalnya, cairan pembersih yang dimasukkan dalam vagina dapat mengubah kandungan cairan vagina.

Artikel dari: http://beautynesia.id/14601