1. Tali Pusar Telalu Panjang 

Saat tali pusar terlalu panjang, maka akan menyebabkan gerakan janin atau bayi menjadi lebih aktif dan ini bisa menyebabkan ia terlilit tali pusar.  Karena ukuran tali pusar yang panjang dan meregang maka bisa melilit tubuh hingga leher bayi. Namun tali pusar yang panjang ini juga bisa bermanfaat karena bisa melindungi aliran darah dari ibu ke bayi. Akan tetapi jika terlalu berlebihan juga bisa menyebabkan risiko kelahiran prematur. 

source: https://jambur.com

2. Bayi Turun Ke Panggul 

Pada usia kehamilan memasuki trimester ketiga biasanya bayi sudah mulai turun ke bagian panggul dan ketika masih dalam puncak rahim maka tali pusar yang mengikuti gerakan bayi. Nah, jika bayi sudah masuk ruang panggul, maka bayi akan turun ke bawah bersama dengan plasenta. Pada posisi ini biasanya air ketuban masih penuh sehingga dapat mendorong tali pusar melilit bayi, terutama di bagian leher. Jika hal ini terjadi maka biasanya tali pusar akan terbawa bayi sesuai dengan gerakan putaran dari ujung fundus hingga ke ruang panggul. Ini juga bisa menjadi tanda-tanda bahwa waktu melahirkan sudah dekat.

source: http://www.sehatfresh.com
baca juga

3. Ukuran Bayi Terlalu Besar 

Penyebab bayi terlilit tali pusar selanjutnya adalah karena ukuran bayi yang terlalu besar seperti pada ibu hamil yang menderita diabetes gestasional juga memiliki resiko tinggi bayi terlilit tali pusar. Perlu diketahui bayi yang ukurannya besar bisa dipengaruhi dari kadar gula yang tinggi semasa ibu sedang hamil. Kadar gula ibu ini bisa melewati plasenta dan kemudian diolah oleh pankreas janin untuk menghasilkan insulin. Nah, kondisi inilah yang menyebabkan bayi berukuran besar. Karena hal inilah gerakan dan gerakan bayi yang menyebabkan ia terlilit tali pusar. 

source: https://www.youtube.com

Tanda-tanda Bayi Terlilit Tali Pusar

  1. Setelah bayi masuk ke usia 37 minggu maka aktifitas janin terlihat sangat menurun. Untuk mengetahui hal ini biasanya dokter akan melakukan deteksi dengan USG. Pemeriksaan rutin sangat diperlukan untuk mengetahui resiko bayi apakah dalam kondisi berbahaya atau tidak.
  2. Setelah usia janin masuk 35 minggu, maka janin tidak bisa masuk ke rongga panggul. Biasanya pada usia ini maka bayi sudah bersiap untuk mencari jalan lahir sehingga kepala masuk ke ronggal panggul.
  3. Posisi bayi pada usia lebih dari 34 minggu akan menjadi sungsang. Seharusnya posisi bayi sudah mulai turun ke rongga panggul, namun karena terlilit tali pusar maka tidak bisa memutar. Usaha untuk memutar bayi juga tidak bisa banyak membantu.
  4. Aktifitas bayi menjadi sangat rendah dan hal ini bisa dideteksi dengan detak jantung bayi yang semakin menurun. Aktifitas ini akan akan menurun terus selama ibu hamil akan melahirkan dan sudah mulai kontraksi.
source: http://www.newkidscenter.com