Home Birth
Sesuai namanya, home birth adalah persalinan yang dilakukan di rumah, di bawah pengawasan bidan atau tenaga medis lainnya. Bagi sebagian besar orang, rumah adalah tempat tinggal di mana mereka dapat beristirahat dengan tenang dan nyaman. Demikian pula dalam metode home birth. Proses persalinan di rumah memberi rasa familiar dan nyaman bagi calon ibu, didampingi oleh orang-orang terdekat.

Hanya saja, metode ini hanya tepat untuk calon ibu yang sehat dan kehamilan dengan resiko komplikasi rendah, karena peralatan medis tak tersedia di rumah. Untuk mengantisipasi komplikasi, proses persalinan sebaiknya dilakukan di rumah sakit dalam pengawasan tenaga medis profesional dan dengan peralatan lengkap.
 

source: https://www.todaysparent.com



Gentle Birth
Gentle birth mencakup semua metode persalinan yang dilakukan secara gentle dan tenang, rileks secara fisik dan mental, tanpa rasa takut maupun stres. Rasa takut dan stres justru dapat menambah rasa sakit. Dalam gentle birth, persiapan sebelum melahirkan punya peranan penting. Calon ibu diminta untuk mengatur pola makan, berolahraga teratur, dan melakukan terapi pijat untuk mempersiapkan fisik dan mental.

Ada tiga metode persalinan yang termasuk dalam gentle birth, seperti yang dikutip dari National Geographic Indonesia.

  1. Water birth – Proses persalinan dilakukan dalam kolam atau bak khusus berisi air hangat di bawah pengawasan tenaga medis profesional. Dilahirkan dalam air hangat dianggap gentle untuk bayi yang terbiasa berada dalam kantung ketuban selama dalam kandungan. Selain itu, air hangat dapat membuat calon ibu lebih rileks secara fisik dan mental, mendorong produksi hormon endorfin yang dapat berfungsi meredakan rasa sakit.
  2. Silence birth – Tak akan ditemukan jeritan kesakitan dalam metode ini, melainkan hanya tarikan nafas panjang dan hembusan lega saat proses persalinan selesai. Diprakarsai oleh dokter Ron L. Hubbard, metode ini dianggap menciptakan situasi yang tenang untuk menstimulasi alam bawah sadar calon ibu agar merasakan ketenangan yang sama. Kondisi psikis yang tenang memungkinkan calon ibu melahirkan tanpa rasa sakit.
  3. Hypno birthing – Di awal proses persalinan, calon ibu akan dihipnotis dan diminta untuk bermeditasi guna menghilangkan rasa takut dan gugup yang ada. Kedua cara ini diharapkan untuk menstimulasi hormon endorfin yang dapat mengurangi rasa sakit saat melahirkan.
source: http://nakita.grid.id
baca juga



Lotus Birth
Lotus birth adalah metode persalinan di mana tali pusat dibiarkan terhubung dengan plasenta selama beberapa hari, hingga akhirnya mengering dan terputus dengan sendirinya. Pada persalinan biasa, tali pusat akan dijepit atau di-klem supaya terputus. Konon, karena plasenta memproduksi antibodi dan memberikan asupan darah, maka membiarkan plasenta menempel baik untuk bayi.

Eits, tunggu dulu sebelum mempertimbangkan metode ini. Secara medis, lotus birth masih kontroversial, dan pemutusan tali pusar harus segera dilakukan untuk mencegah bayi menjadi kuning akibat senyawa bilirubin dari plasenta, ungkap dr Frizar Irmansyah, SpOG, dokter kandungan dari RS Pusat Pertamina, seperti yang dikutip dari detikHealth. Selain itu, kondisi kehamilan di mana rhesus darah ibu bertentangan dengan bayi, serta resiko infeksi, membuat pemotongan tali pusat tak dapat ditunda. Plasenta yang berada di luar rahim dan sudah berhenti berdenyut hanyalah jaringan mati, sehingga tak lagi dapat memproduksi antibodi.
 

source: http://jezebel.com/tag/lotus-birth