Mengurangi Stres


Sadar maupun tidak, masa-masa kehamilan dapat menjadi sangat stressful. Stres yang ditandai dengan meningkatnya kortisol alias hormon stres yang diproduksi tubuh, kaku otot, dan rasa gelisah dapat dirasakan dan direspon oleh janin. Menurut Vivette Glover, Profesor dalam Perinatal Psychobiology di Imperial College, London, stres saat kehamilan meningkatkan kemungkinan ADHD, masalah kognitif, gelisah dan depresi, seperti ditulis dalam World Medical News.

Mendengarkan musik adalah satu cara untuk meminimalisir tingkat stres dan rasa gelisah. Perasaan rileks dan santai mendorong tubuh untuk memproduksi serotonin dan endorfin alias happy hormones yang akan disalurkan pada janin melalui plasenta.
 

source: http://www.newkidscenter.com


Perkembangan Janin


Suara yang dirasakan janin adalah faktor perkembangan yang penting, menjadi dasar bagi tumbuh kembang di tahap selanjutnya. Dalam sebuah artikel yang ditulisnya bersama Dr. Michael Roizen, Dr. Oz menganjurkan agar calon ibu mendengar musik selama hamil dan setelah kehamilan. Aktivitas ini akan menstimulasi pancaindera janin, serta mendorong perkembangan otak. Paparan pada gambar dan suara membantu terhubungnya sel-sel neuron pada otak.
 

source: http://mommiesmagazine.com
baca juga


Pola Tidur


Bayi mampu mengingat musik dan suara yang mereka rasakan saat berada dalam rahim. Tak hanya menangkap perhatian mereka, musik yang familiar dapat menenangkan serta membuat bayi merasa nyaman. Faktanya, memainkan musik yang didengarkan pada masa kehamilan dapat membuat bayi lebih cepat jatuh tertidur serta tidur lebih lama dibanding bayi yang tidak diekspos pada musik. Ditambah lagi, calon ibu yang turut menyanyi sembari mendengarkan lagu memberi kesempatan bagi janin untuk mendeteksi serta membangun kedekatan dengan suara sang ibu, seperti yang dikutip dari Healthline.
 

source: http://www.babygaga.com


Kalau kamu ingin memulai terapi musik di saat kehamilan, perlu diingat agar tidak memutar musik dengan volume yang terlalu keras. Air ketuban dapat mengamplifikasi suara-suara kecil yang terdengar pelan oleh telinga orang dewasa. Bayi yang terekspos pada suara-suara keras dapat terstimulasi secara berlebihan, bahkan merusak perkembangan telinga. Idealnya, musik dimainkan pada tingkat 70 desibel, yang nyaman untuk ibu dan bayi.