Apa gejala solusio plasenta? 

Risiko masalah kehamilan solusio plasenta bisa terjadi pada kehamilan di usia trimester ketiga, yakni di atas enam bulan. Beberapa gejala solusio plasenta: 

  • Nyeri punggung.
  • Kontraksi yang berlangsung cepat.
  • Perdarahan pada vagina.
  • Rahim terasa sakit.
  • Nyeri perut.
  • Bayi di dalam kandungan tidak bergerak aktif
     
source: https://mediskus.com

Apa Penyebab Solusio Plasenta?

Sebenarnya hingga saat ini belum diketahui pasti, apa penyebab terjadinya solusio plasenta pada ibu hamil ini. Namun ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan kondisi ini muncul, di antaranya: 

  • Kebiasaan merokok
  • Usia di atas 40 tahun
  • Pernah mengalami solusio plasenta
  • Pernah melahirkan bayi kembar.
  • Memiliki tekanan darah tinggi 
  • Menderita gangguan pengentalan darah
  • Memiliki riwayat trauma pada perut, misalnya bekas jatuh atau pukulan
  • Air ketuban pecah dini
source: https://www.huggies.com
baca juga

Bagaimana cara mencegah solusio plasenta?

Meskipun solusio plasenta ini tidak dapat dicegah secara langsung, namun ibu hamil dapat mencegahnya dengan cara: 

  • Mengonsumsi suplemen asam folat sesuai petunjuk dokter
  • Memeriksakan kondisi kandungan secara rutin selama masa kehamilan.
  • Mengobati tekanan darah tinggi bila ada sesuai petunjuk dokter.
  • Tidak menggunakan narkoba.
  • Stop merokok
source: https://womensmentalhealth.org

Bagi Moms yang mengalami solusio plasenta, perawatan yang bisa dilakukan tergantung pada keadaan bayi yang dikandung, usia kehamilan, dan tingkat keparahan solusio plasenta. Plasenta yang sudah terlepas dari dinding rahim tidak bisa ditempelkan kembali. Namun jika sudah di atas 34 minggu, dokter akan segera melakukan operasi caesar. 

Nah, sedangkan pada bayi, solusio plasenta dapat menyebabkan ia kurang mendapatkan nutrisi, oksigen, serta kelahiran prematur. Bahkan yang berbahaya lagi bisa terjadi komplikasi yang serius dapat terjadi dimana bayi terlahir dalam keadaan meninggal.

source: https://www.scarymommy.com