Mengapa Anak Tidak Menyukai Matematika?

Penting dipahami terlebih dahulu saat mendidik anak, bahwa apa yang anak lakukan adalah respon dari sesuatu yang lain. Anak tidak suka atau bahkan tidak bisa matematika bukan karena mereka benar-benar tidak menyukainya, Moms.

Dilansir dari Parents Magazine, setiap anak pada dasarnya menyukai matematika lho, Moms. Sejak kecil, mereka suka menghitung, mengukur besaran benda, menghitung jarak jauh dekat, mengerjakan puzzle, menyortir benda dan membuat pola. Sejak mereka masuk sekolah, semua yang mereka sukai berubah menjadi momok menakutkan yang bernama matematika. Saat mendidik anak, seringkali matematika dijadikan standar anak pintar atau tidak. Segala hal yg anak sukai menjadi sesuatu yang kompleks seperti perkalian, penjumlahan dan pengukuran lainnya. Mereka dibuat bisa, tanpa rasa suka. Mereka dijejali rumus abstrak, tanpa mengerti bagaimana rumus itu bekerja dalam kehidupan sehari-hari. Bayangkan Moms, bagaimana rasanya mengerjakan sesuatu yang rumit tanpa menguasai hal yang mendasari dari konsep penghitungan sendiri? Tentu akan membuat mereka frustasi, terintimidasi, dan tertekan dengan matematika. 

source: https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQI9lTo6cPmQonzsBknwg5N78DAdeiQMunCXtIJJpySCTd01Q9Nlj-XJqOb_A

Patria Clark Kenschaft Phd, pengarang buku Math Power: How to help your child love math, even if you dont! menyebutkan bahwa:

Hal yang paling penting bagi anak adalah memiliki kecerdasan matematika (kemampuan memahami konsep matematika), sehingga mereka tidak terintimidasi ketika kurikulum menjadi lebih rumit dan terakselerasi.

Belajar Menghitung dari Benda-benda sekitar

Saat belajar matematika sebaiknya anak dikenalkan sesuatu yang konkret. Jika Moms ingin mengajarkan anak menghitung, Moms bisa mengajaknya belajar sembari melakukan aktifitas harian. 

Anak bisa mulai belajar menghitung dari benda kesukaan. Misalkan sepeda, hitunglah jumlah bagian sepeda seperti roda, pedal, stang dan sebagainya. Selain benda favorit, Moms bisa mengajarkan konsep bilangan saat bermain di luar ruangan. Misalkan menghitung jumlah sepeda motor atau mobil yang lewat, menghitung jumlah rumah dalam satu cluster atau menghitung jumlah pintu atau jendela di dalam rumah. Hal yang sederhana tapi mudah dimengerti anak.

source: https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS96KAKhM7MP3XIsVbRjSANB26SPNGe_eR5-IVXZ9HA19iCaFaH_mFkpwC8aA
baca juga

Memasak Sambil Belajar Matematika? Kenapa Tidak?

Dapur adalah salah satu media belajar paling komplit lho, Moms. Saat memasak anak bisa diajarkan konsep pengukuran atau berat dengan cara menimbang bahan makanan. Minta anak untuk mengikuti catatan resep, sekaligus mengajarkanya literasi.

Selain itu, Moms bisa juga membantu anak untuk menyortir bahan-bahan sesuai dengan bentuk, warna atau fungsinya. Hal ini bisa membantu anak memahami konsep klasifikasi. Mulai sekarang, ajak anak menjadi koki kecil yuk Moms!
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQLLyxkhPM5zbMGrpK51nwz2VKt5OrsFwFjPn756hAl2yud_QqQsGXtBO3Q

Belajar Mengenali Waktu

Menjelaskan pada anak bagaimana menyebutkan waktu dengan benar, bukan hanya melatih keterampilan hidup. Tapi juga mengajarkanya konsep penjumlahan, pembagian, dan pengurangan. Caranya adalah: pastikan hanya ada satu jam yang Moms gunakan, dan itu bukan jam digital. Minta anak memutar jarum jam sesuai yang Moms sebutkan. Lalu minta anak menghitung berapa lama ia tidur, ia makan, atau bermain dengan patokan jam yang sudah diatur sebelumnya. 

source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSCfqYpn0ZkWqpPxNK8viLJM9sQe2_VY1LeKZa4JlYDn5j9roTTvw
baca juga

Mengenalkan Konsep Perbandingan dari Alam

Mendidik anak memang tidak mudah, tapi bukan berarti sulit Moms. Alam sudah membantu kita menyediakan sarana belajar bagi anak-anak. Jika Moms mengamati, ada batu yang besar, ada pula batu yang kecil. Ada kayu yang berat, ada kayu yang ringan Ada pohon yang tinggi dan ada pohon yang rendah. Ada benda yang jauh dan sulit di jangkau, ada yang dekat dan sebagainya. Hal-hal tesebut dapat membantu anak memahami konsep perbandingan dan pengukuran suatu benda. Minta anak menyebutkan mana yang berat dan mana yang sebaliknya. 
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRGdzWXGfEib4vEan9GHpaI0kMfhjjZrZI-PUMK3quZK2qQJUz90AaSQMGqmQ

Bagaimana Moms? Mudah bukan? Hal yang paling penting adalah selalu berpikiran positif dan sabar saat mendidik anak. Matematika bukan sekedar bisa menghitung untuk mendapatkan nilai sempurna Moms, tapi lebih dari itu. Matematika adalah keterampilan hidup. Membuatnya bisa itu mudah, membuatnya suka yang luar biasa. Selamat belajar, Moms!