Komunikasi Tidak Lancar
 

source: http://bahasa.aquila-style.com/


Tidak bisa dipungkiri, di era milenial ini, orang yang jauh terasa dekat dan yang dekat terasa jauh. Baik anak dan orang tua bahkan terjebak dalam dunia digital yang kerap kali membuat masing-masing sibuk dengan gawainya tanpa mempedulikan lingkungan sekitar. Untuk itu, ajaklah anak untuk mengubah kebiasaan buruk tersebut, misalnya dengan mengadakan jam tanpa HP dan habiskanlah waktu untuk berbincang dan saling bercerita.
 


Saling Merahasiakan Kehidupan
 

source: https://www.dailymedicalinfo.com/


Untuk membangun keluarga yang harmonis, kamu perlu memastikan hubungan ibu dan anak tetap berjalan dengan baik tanpa adanya hal-hal yang ditutupi satu sama lain. Pastikan ibu untuk memulai membiasakan diri terbuka dan menceritakan banyak hal pada anak dengan leluasa. Dengan begitu, anakmu juga akan lebih mudah untuk percaya pada ibunya dan menceritakan kehidupan pertemanan atau bahkan percintaannya. Pastikan untuk tidak menghakimi anak, dan berikan nasihat tanpa menggurui agar anak merasa nyaman.
 

baca juga


Menganggap Kehidupan Satu Sama Lain Tidak Menarik
 

source: https://www.videoblocks.com/


Tidak jarang, orang tua merasa kehidupan anak terlalu sulit untuk dipahami. Begitu pula dengan anak yang menilai kehidupan ibu terlalu kuno. Itulah sebabnya hubungan ibu dan anak kerap terlihat kaku karena tidak saling menghargai posisi dan peran satu sama lain. Mulailah untuk membangun ketertarikan pada dunia ibu atau anakmu. Dengan begitu, kamu dapat lebih nyambung saat berbicara dan bercerita. 
 


Respon Negatif Saat Diberi Diskusi
 

source: https://www.tirto.id


Terakhir, berikanlah respon positif saat berdiskusi dengan anak. Meskipun ada beberapa hal yang tidak kamu setujui, menggurui atau memarahi bukanlah metode yang relevan dengan anak milenial saat ini. Sebaliknya, kompromi dan mengajaknya berpikir kritis akan lebih nyaman baginya karena ia akan lebih merasa dihargai. Orang tua juga tidak bisa selamanya menganggap anak sebagai anak-anak yang perlu untuk dibimbing. Kamu juga perlu mengakui bahwa si kecil sudah tumbuh dewasa dengan banyak ilmu dan pengetahuan. Tidak ada salahnya untuk menjadi lebih open-minded.