1. Neural Tube Defects (NTD)

Neural Tube Defect (NTD) adalah cacat bawaan yang timbul akibat tidak sempurnanya penutupan neural tube (tabung saraf) selama pertumbuhan janin dalam kandungan. Dilansir dari Babycenter.com, ibu hamil yang kelebihan berat badan dan obesitas berisiko dua kali lipat melahirkan bayi dengan NTD. Apa penyebabnya? NTD terutama disebabkan oleh kekurangan asam folat. Ibu hamil dengan berat badan yang melebihi normal, cenderung kekurangan asam folat sehingga risiko memiliki bayi NTD lebih tinggi. 
 
1. Neural Tube Defects (NTD)
source: http://parenting.firstcry.com

 

2. Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional adalah kondisi meningkatnya kadar gula dalam darah selama kehamilan. Ibu hamil dengan kelebihan berat badan dua kali lebih mungkin mengalami diabetes gestasional, sementara ibu hamil obesitas berisiko delapan kali lipat mengalami diabetes selama kehamilan ini. Nah, kadar gula darah tinggi dan tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk hipoglikemia (gula darah rendah) pada bayi setelah lahir. Selain itu ukuran bayi lebih besar sehingga sulit dilahirkan. Ibu yang mengalami diabetes selama kehamilan juga kemungkinan akan menurunkannya kepada anak-anaknya menjadi diabetes tipe 2. 
 
2. Diabetes Gestasional
source: http://www.zliving.com

 
baca juga

3. Preeklampsia

Preeklampsia adalah kondisi yang terjadi pada kehamilan yang memasuki usia minggu ke-20, ditandai dengan tingginya tekanan darah tinggi walaupun ibu hamil tidak memiliki riwayat hipertensi. Ibu hamil dengan preeklampsia juga memiliki kadar protein yang tinggi dalam urine. Dalam kasus yang parah, preeklampsia dapat menyebabkan kerusakan organ dan masalah kesehatan pada bayi seperti pertumbuhan yang buruk, cairan ketuban kurang, dan abrupsi plasenta. Jika tidak ditangani dengan cepat, maka preeklampsia dapat membahayakan kehamilan dan kematian. 
 
3. Preeklampsia
source: https://yourpregnancydoctor.lpages.co

 

4. Bayi Besar

Ibu hamil yang kelebihan berat badan atau obesitas biasanya memiliki bayi yang ukurannya dan beratnya cukup besar atau disebut makrosomia atau bobot lahir bayi lebih dari 4 kg. Proses persalinan bayi besar akan sulit dan berisiko terjadi komplikasi seperti pendarahan, cedera kelahiran dan ibu mengalami robekan besar pada vagina dan rahim. Efek jangka panjangnya adalah bayi kemungkinan mengembangkan penyakit diabetes dan obesitas. 
 
4. Bayi Besar
source: https://www.todaysparent.com

 
baca juga

5. Melahirkan dengan Induksi atau Operasi Sesar

Impian semua ibu hamil adalah melahirkan bayinya lewat persalinan normal. Namun, kebanyakan ibu hamil yang obesitas dan kelebihan berat badan lebih mungkin untuk diinduksi atau melahirkan sesar. Terutama jika ibu hamil disertai dengan komplikasi seperti hipertensi, diabetes, preeklampsia, maka operasi sesar menjadi satu-satunya opsi menyelamatkan ibu dan bayi. 
 
5. Melahirkan dengan Induksi atau Operasi Sesar
source: https://closeronline.co.uk