1. Sleep Apnea

Tidak sedikit bayi yang mengalami gangguan pernapasan saat tidur, atau sering disebut sleep apnea. Biasanya sleep apnea ini dialami oleh bayi yang baru lahir, terutama yang terlahir secara prematur dan mengalami down syndrome. Hal itu bisa terjadi karena perkembangan bayi pada sistem saraf pusat yang mengontrol saluran pernapasan belum berkembang secara sempurna. Selain itu, sleep apnea juga terjadi karena sumbatan pada jalan napas, infeksi, peradangan, dan masalah pada jantung. Sleep apnea ini juga bisa terjadi pada balita dan anak-anak lebih besar. Anak-anak yang memgalami sleep apnea napasnya berbunyi dan mendengkur. Saat terbangun, anak-anak jadi sulit tidur kembali. 
 
1. Sleep Apnea
source: https://www.atlantaperiodontics.com

 

2. Separation Anxiety

Separation anxiety adalah kecemasan yang dirasakan bayi saat berpisah dari orangtuanya. Biasanya bayi yang sudah mengerti kehadiran orangtuanya, tidak ingin berpisah terutama di malam hari. Tanda-tandanya adalah bayi rewel dan menangis saat akan ditidurkan di dalam crib atau box. Kecemasan ini juga melanda anak-anak yang sudah lebih besar. Takut akan gelap, mendapatkan perlakuan buruk, menonton acara menyeramkan membuat anak mengalami anxiety dan menolak untuk tidur sendiri. 

 
2. Separation Anxiety
source: https://www.wikiravan.com

 
baca juga

3. Tidak Mengantuk di Malam Hari

Banyak bayi maupun anak-anak yang tidak bisa tidur nyenyak di malam hari. Saat bangun tidur pun, tidak merasa segar, melainkan kelelahan dan mengantuk kembali. Jika si kecil termasuk yang mengalami hal ini, maka coba cek aktivitas yang dilakukan anak di siang hari. Terjaga di malam hari dapat disebabkan karena durasi tidur bayi terlalu lama pada siang hari. Selain itu disebabkan pula karena tidak bergerak aktif pada siang hari, misalnya anak hanya duduk menonton televisi dan bermain gadget. Terpapar sinar dari screen komputer dan gawai juga kemungkinan mempengaruhi tidur anak. 
 
3. Tidak Mengantuk di Malam Hari
source: http://geniuspregnancy.com

 

4. Terbangun di Malam Hari

Masalah fisik apa pun seperti sakit perut dan otot yang tegang dapat membangunkan anak pada malam hari. Selain itu, anak yang menderita alergi dan asma, tidurnya sulit nyenyak. Anak-anak yang menderita asma dan alergi, mungkin tampak baik-baik saja di siang hari. Namun pada malam hari gejala kambuh akibat peradangan meningkat dan saluran udara menyempit. Untuk itu, selalu mengecek kondisi bayi ataupun anak saat tidur di malam hari ya, Moms! 
 
4. Terbangun di Malam Hari
source: http://atra.me

 
baca juga

5. Sleepwalking

Sleepwalking adalah suatu gangguan yang menyebabkan anak bangun dan berjalan saat sedang tidur. Paling umum terjadi pada anak antara usia 8 dan 12 tahun. Sleepwalking biasanya terjadi satu sampai dua jam setelah tertidur. Saat mengalami sleepwalking, anak bisa melakukan aktivitas seperti sadar, misalnya berkeliaran di dalam rumah, menghidupkan dan mematikan lampu, mengambil mainan dan sebagainya. Nah, biasanya saat mengalaminya, anak sudah dibangunkan dan tidak mengingat bahwa ia mengalami sleepwalking saat terbangun di pagi hari. 
 
5. Sleepwalking
source: https://www.healthline.com

Nah, itu dia beberapa gangguan tidur yang bisa memengaruhi perkembang bayi dan anak, Moms!