Apa yang dimaksud dengan ketuban pecah dini?
Di dalam rahim air ketuban ditampung oleh membran kantung ketuban. Saat membran tersebut pecah atau terbuka, air ketuban dapat menyembur keluar atau bocor perlahan-lahan yang seringkali diistilahkan ketuban merembes. Ketuban pecah dini biasanya terjadi pada usia kehamilan 37 minggu. Namun terdapat juga kasus-kasus dimana ketuban pecah dini terjadi di awal kehamilan, seperti pada usia 23 minggu.
 

source: https://hips.hearstapps.com/netdoctor.cdnds.net/17/35/1504271341-pregnant-woman-hand-on-stomach.jpg

Apa saja bahaya ketuban pecah dini bagi janin?
Terdapat sejumlah akibat berbahaya bagi janin dari terjadinya pecah ketuban dini sebelum waktunya melahirkan. Akibat-akibat tersebut yakni:

  • Tidak terbentuknya paru-paru pada janin, atau perkembangan terbentuknya paru-paru terganggu, jika ketuban pecah pada usia kehamilan belasan hingga 20-an minggu.
  • Tali pusat janin putus atau terhimpit hingga bisa menyebabkan keguguran atau janin cidera otak.
  • Terlepasnya plasenta dari rahim.
  • Infeksi pada janin.
  • Bayi lahir prematur.
source: https://cdn.mamamia.com.au/wp/wp-content/uploads/2016/04/15041322/Premature-baby.jpg
baca juga

Apa saja bahaya ketuban pecah dini bagi Moms?
Tak hanya membawa dampak buruk bagi janin, ketuban pecah dini juga akan berakibat buruk bagi sang ibu, yakni:

  • Keputihan yang tidak biasa.
  • Nyeri di perut bagian bawah.
  • Pendarahan 24 jam hingga 6 minggu setelah melahirkan.
source: https://shawglobalnews.files.wordpress.com/2016/04/pregnant-belly.jpg?quality=70&strip=all&w=720&h=480&crop=1

Bagaimana cara mencegah ketuban pecah dini?
Ketuban pecah dini sebelum melahirkan terbilang amat berbahaya, baik bagi Moms maupun janin. Maka Moms perlu memerhatikan berbagai penyebab ketuban pecah dini berikut ini agar bisa menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

  • Stres saat kehamilan.
  • Merokok saat hamil.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Berat badan ibu terlalu rendah.
  • Perdarahan pada vagina saat hamil.
  • Trauma yang disebabkan kecelakaan, dan sebagainya.
  • Infeksi rahim, leher rahim, atau vagina.
source: http://www.eligiblemagazine.com/wp-content/uploads/2014/11/Pregnant-Woman.jpg