1. Istilah Caesar Diambil dari Nama Julius Caesar

Jika kamu berpikir bahwa operasi sesar ada hubungannya dengan Kaisar Romawi, Julius Caesar. Yup memang ada hubungannya, namun Julius Caesar sebenarnya bukanlah orang yang pertama lahir dengan prosedur ini. Dilansir dari www.babygaga.com, Julius Caesar pada masa kekuasaannya menganjurkan prosedur kelahiran sesar untuk ibu yang hampir sekarat ataupun yang tidak memungkinkan untuk melahirkan normal. Nah, karena itulah istilah caesar dipakai hingga sekarang.

source: http://www.mrdowling.com


 

baca juga

2. DIY Operasi Caesar yang Berhasil

Pada tahun 2000, wanita asal Mexico bernama Ines Ramirez Perez melakukan operasi sesar secara mandiri setelah menahan kontraksi selama 12 jam yang tak kunjung mendorong bayinya keluar. Dia tidak mempunyai pengalaman medis sebelumnya dan nekat membelah sendiri perutnya untuk mengeluarkan sang bayi dengan sebelumnya menenggak alkohol dengan kandungan hampir 100% agar bisa menahan rasa sakit.

Dia menyayat sendiri perutnya sepanjang 17 cm, kemudian mengeluarkan bayinya dan memotong tali pusarnya sebelum akhirnya pingsan. Setelah itu dia sendiri yang membawa bayinya untuk mencari pertolongan dan akhirnya dia ditolong oleh seorang asisten kesehatan di desa. What an amazing power of a mother!

source: http://www.supermumpreneur.com


 

3. Berumur Lebih dari 100 Tahun

Mungkin kamu mengira sesar adalah penanganan medis di era modern, kamu sebaiknya mengetahui fakta bahwa sejarah mencatat prosedur operasi sesar sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu di berbagai belahan bumi seperti di Mesir Kuno, Roma, umat Hindu.

Kekaisaran Cina kuno juga mengklaim bahwa telah melakukan operasi sesar sejak dahulu, namun banyak ibu yang akhirnya meninggal. Sementara itu, pada tahun 1337, seorang wanita muda dari Prancis berhasil selamat dari operasi sesar dan bisa jadi merupakan wanita pertama yang selamat.

source: http://www.babygaga.com


 

baca juga

4. Memiliki Resiko Lebih Tinggi dari Kelahiran Normal

Operasi sesar termasuk operasi besar yang juga memiliki resiko. Oleh karena itu, sebelum melakukan prosedur sesar, pihak rumah sakit akan meminta pihak keluarga untuk menandatangani pernyataan persetujuan jika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Dilansir dari www.thestir.cafemom.com, Penelitian seama 14 tahun pada 2 juta Wanita di Canada membuktikan bahwa operasi sesar memiliki risiko  3x lebih tinggi menalami komplikasi serius dibandingkan kelahiran normal. Risiko ini meliputi infeksi kandung kemih, pendarahan hebat, pembekuan darah, serangan jantung, gagal ginjal, dan infeksi mayor.

source: http://ruangsehat.net


 

5. Operasi Caesar Tidak Mempengaruhi Ikatan Antara Ibu dan Anak

Banyak yang berpendapat bahwa ikatan anak dengan ibu akan lebih kuat jika melahirkan dengan normal. Bahkan ada lho penelitian yang membuktikannya. Tapi kamu tidak perlu cemas, karena (percayalah) ikatanmu dengan si kecil akan terjalin kuat saat kamu merawatnya setiap hari dengan penuh kasih sayang hingga dia besar nanti.

Tidak perlu memerdulikan perkataan orang lain tentang hubunganmu dengan si kecil, karena kamulah ibunya yang melahirkannya (dengan cara apapun) dan membesarkannya dengan tanganmu sendiri, bayimu pun akan merasakan kasih sayang sejak pertama lahir sehingga ikatannya denganmu pun akan kuat.

source: http://mebubu.com


 

6. Operasi Caesar Tidaklah Murah

Nah, berbicara soal biaya melahirkan sesar, tentunya jauh lebih mahal dibanding dengan persalinan normal. Operasi sesar bisa memakan biaya mulai dari belasan hingga puluhan juta rupiah. Biaya tersebut tergantung dari rumah sakt tempat kamu bersalin. Hmm, kalau kamu punya pilihan untuk bersalin normal tapi memilih sesar, sebaiknya pikirkan juga masalah biaya ini ya.

source: http://www.redbookmag.com


 

7. Your Lady Parts are Still Nice

Yup! Ini salah satu keuntungan dari operasi sesar, yaitu bayi yang lahir tidak melewati vagina dan kamu tidak perlu membayangkan akan mendapat beberapa jahitan untuk menyatukan kembali organ intimmu yang sedikit 'terbuka'.

Meskipun memang ibu yang melahirkan sesar akan tetap merasakan sakit, tapi bedanya, sakit baru terasa pasca operasi hingga beberapa hari bahkan dua minggu dan memang membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. But, who doesn't want to still have nice miss v after give birth?

source: http://www.parents.com