Awalnya, seksomnia tidak mau dibahas oleh para pakar dikarenakan takut masyarakat tidak bisa menerimanya. Namun, berkat penelitian Dr. Colin Shaprio, Dr. Nik Trajanovic dan Dr. Paul Fedoroff, seksomnia akhirnya diakui sebagai gangguan kesehatan yang dipublikasikan oleh Canadian Journal of Psychiatry, mereka merupakan ilmuwan gabungan Universitas Toronto dan Universitas Ottawa.

Seksomnia; Melakukan Hubungan Seks Saat Tidur? Kok Bisa? Simak Penjelasannya!
source: https://id.theasianparent.com/seksomnia-seks-saat-tidur
“Seksomnia adalah kegiatan penuh gairah yang dilakukan dalam kondisi tidur lelap. Selain hubungan intim, masturbasi saat tidur dan mimpi basah juga masuk ke dalam kategori seksomnia.” - Ann Marie Chung, Universitas Kesehatan Toronto
source: https://id.theasianparent.com/seksomnia-seks-saat-tidur

Apa penyebab seksomnia?

Seksomnia; Melakukan Hubungan Seks Saat Tidur? Kok Bisa? Simak Penjelasannya!
source: https://kobieta.wp.pl/

Memang belum ada yang bisa memastikan penyebab terjadinya seksomnia, tapi dokter dan para ahli menyatakan, bahwa orang yang memiliki masalah tidur seperti mengigau dan berjalan sambil tidur berpotensi tinggi mengalami seksomnia. Faktor pemicu seksomnia sendiri adalah stres, kurang tidur, konsumsi alkohol dan narkoba. Menurut beberapa laporan kesehatan tidur dan istirahat yang cukup setiap malam bisa mengurangi risiko seksomnia. Tampaknya seksomnia disebabkan oleh gangguan saat otak bergerak di antara siklus tidur yang dalam. Gangguan ini biasanya disebut gairah kebingungan (CAs).

baca juga
Bagaimana seksomnia terjadi?
Seksomnia; Melakukan Hubungan Seks Saat Tidur? Kok Bisa? Simak Penjelasannya!
source: https://id.theasianparent.com/seksomnia-seks-saat-tidur
“Seksomnia terjadi pada proses awal saat seseorang sedang masuk ke fase tidur lebih dalam yang nyenyak. Fenomena seks saat tidur juga dikatakan berkaitan dengan gejala berjalan sambil tidur atau mimpi buruk. Gangguan tidur seperti parasomnia juga bisa menjadi pemicu.” - Profesor Meir Kryger dari Universitas Yale
source: https://id.theasianparent.com/seksomnia-seks-saat-tidur

Orang yang melakukan hubungan seksual saat tidur juga hanya bisa diperiksa melalui pemindaian gelombang otak. Karena mereka terlihat seperti orang yang sadar namun nyatanya sedang tidur, pemeriksaan ini sama halnya dengan orang yang berjalan sambil tidur. Bagian otak yang berfungsi dalam memori, pengambilan keputusan dan pikiran rasional tetap tidur. Sementara bagian otak yang mengontrok penglihatan, gerakan dan emosi tetap terjaga. Inilah yang menyebabkan fenomena mengigau, berjalan sambil tidur dan seksomnia.

Gejala umum bagian seksomnia meliputi:

  • Menggoda atau menggosok
  • Mengerang
  • Pernapasan berat dan denyut jantung tinggi
  • Berkeringat
  • Masturbasi
  • Menyodorkan panggul
  • Memulai foreplay dengan orang lain
  • Hubungan seksual
  • Orgasme spontan
  • Tidak ada ingatan akan kejadian seksual setelahnya
  • Tatapan terlihat kosong
  • Tidak responsif terhadap lingkungan luar
  • Ketidakmampuan atau kesulitan terjaga
  • Penolakan aktivitas di siang hari saat sadar sepenuhnya
  • Berjalan dalam tidur atau berbicara

Nah, jika Moms dan Dads memiliki gangguan tidur atau kelainan seksual seperti ini, alangkah lebih baiknya dikonsultasikan dengan ahlinya, baik psikolog maupun seksolog untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat ya Moms.