Manfaat dan Dampak Negatif Ponsel Bagi Anak

Sebelum berbicara tentang usia, sebaiknya orang tua memahami terlebih dahulu, alasan anak dibelikan ponsel. Tentu tidak karena semata-mata anak remaja minta lantas Moms bisa membelikanya. Moms bisa mendiskusikan hal-hal positif dan negatif bermain ponsel dengan anak. 

Manfaat ponsel tentu sudah tidak diragukan lagi ya Moms. Bagi orang tua, ponsel dapat membuat kita lebih tenang tentang keberadaan anak. Kita dapat mencari tahu apa yang sedang anak lakukan, mengirim pesan maupun melakukan panggilan saat dalam keadaan darurat. Hal ini juga berlaku untuk anak.
 

Manfaat dan Dampak Negatif Ponsel Bagi Anak
source: https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT3Q9r7m3fAVGzCISPTSSMCirnhM3b9REYArswkSdaN4apwbebDhIxjivWj_g

Anak merasa lebih aman jika membawa ponsel apalagi saat ia harus pulang terlambat karena suatu hal, menghubungi orang tua dalam keadaan darurat. Anak juga bisa mengirimkan pesan ke teman maupun guru perihal kepentingan sekolah. Sekaligus sebagai alat bantu saat harus mengerjakan tugas sekolah.
 

Selain manfaat, Moms juga harus mempertimbangkan dampak negatif penggunaan ponsel pada anak. Seperti: kesehatan mata dan pendengaran anak, dampak terhadap emosional dan psikologis anak apabila terlalu sering berinteraksi dengan ponsel, menurunnya prestasi sekolah anak, menurunnya kemampuan sosialisasi anak, hingga kualitas hubungan dalam keluarga.

baca juga

Jadi Kapan ya Sebaiknya Anak Diberikan Ponsel?

Sebenarnya tidak ada yang baku mengenai kapan sebaiknya anak diberikan ponsel. Perdebatan mengenai hal ini bahkan sering terjadi di kalangan orang tua. Ada orang tua yang memberikan akses bebas bahkan membelikan ponsel khusus untuk anak semenjak dini. Beberapa alasan yang sering diutarakan adalah orang tua tidak tahan dengan rengekan anak meminta ponsel.

 

Jadi Kapan ya Sebaiknya Anak Diberikan Ponsel?
source: https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSZ3ynzeA7N9LNbVWkXJHfTgM9IHOTVrhVuDhDdkrUzDMfnp1ir1va5eAyLZw

Sebuah survey yang dilakukan di Amerika Serikat, rata-rata anak memiliki ponselnya sejak usia 10 tahun.  Beberapa ahli menyebutkan usia terbaik adalah 12 tahun, sedangkan yang lainya menyebutkan 14 tahun. Seorang petinggi dalam komunitas common sense, sebuah organisasi pemerhati konten media bagi keluarga menyebutkan bahwa ia memiliki aturan yang sangat ketat bagi anaknya dalam kepemilikan ponsel. Ponsel sebaiknya diberikan pada saat anak memasuki usia sekolah menengah, setelah anak mempelajari nilai sebuah interaksi tatap muka.

Tanda-tanda Anak Remaja Siap Memiliki Ponsel Sendiri

Caroline Knorr, parenting editor dalam media common sense menyebutkan bahwa orang tua bisa melihat tanda-tanda anak bisa dibelikan ponsel. 

  1. Anak sudah bisa berpikir dan bertindak dewasa
  2. Anak sudah bisa bertanggung jawab terhadap kepemilikan
  3. Anak sudah mandiri dan mengerti mana yang baik dan mana yang tidak bagi dirinya sendiri
  4. Anak memiliki interaksi yang baik dengan lingkungan sekitar
  5. Anak mengerti untuk apa ia memiliki ponsel dan bersedia mematuhi kesepakatan antara orang tua dan anak.
  6. Anak yang lebih mandiri saat bepergian membutuhkan ponsel lebih daripada anak yang jarang bepergian sendiri. Misalkan anak harus ke sekolah sendiri, dan melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain lebih sering.
Tanda-tanda Anak Remaja Siap Memiliki Ponsel Sendiri
source: https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTimEleyhFefLwAA4iU3svAVIzl7thmjrrBGLYEqZBBAv610-q61Re6F5KOdQ
baca juga

Meskipun demikian, hampir semua ahli setuju bahwa lebih lambat, lebih baik-untuk membelikan anak ponsel. Orang tua lah yang tahu kapan saat terbaik anak remaja mereka dibelikan ponsel. Orang tua harus melakukan riset tentang apa saja yang mungkin anak lakukan dengan ponsel. Apakah ia akan menghabiskan waktunya dengan bermain game, bermedia sosial, atau melakukan banyak hal bermanfaat untuk menunjang cita-citanya. Selamat belajar Moms.