1. Ruam Karena Alergi 

Jenis ruam pada anak yang paling sering terjadi adalah ruam dikarenakan alergi dengan gejala gatal-gatal dibeberapa bagian tubuh Si kecil. Kondisi ini membuat  anak sering rewel dan tidak bisa tidur akibat rasa gatal yag luar biasa. Gatal-gatal alergi ini bisa disebabkan karena obat-obatan, makanan, infeksi virus, atau sengatan atau gigitan serangga. Rasa gatal akibat ruam ini biasanya bisa memakan waktu tiga hingga empat hari tergantung tingkat keparahan alergi pada anak.

source: https://www.babycenter.com

2. Impetigo 

Impetigo adalah satu penyakit menular. Impetigo adalah infeksi kulit yang menyebabkan terbentuknya lepuhan-lepuhan kecil berisi nanah (pustula). Impetigo paling sering menyerang anak-anak, terutama yang kebersihan badannya kurang dan bisa muncul di bagian tubuh manapun, tetapi paling sering ditemukan di wajah, lengan dan tungkai. Impetigo bisa juga terjadi setelah suatu infeksi saluran pernapasan atas (misalnya flu atau infeksi virus lainnya). Gejalanya bintik-bintik merah yang kecil menjadi lepuh yang berisi nanah dan berkeropeng; biasanya pada muka, tangan atau kepala. Impetigo berawal sebagai luka terbuka yang menimbulkan gatal, kemudian melepuh, mengeluarkan isi lepuhannya lalu mengering dan akhirnya membentuk keropeng.

source: https://www.thebump.com
baca juga

3. Ruam Susu 

Ruam susu sering dialami bayi di mana terdapat bintik-bintik merah seperti jerawat kecil di bagian pipi bayi. Kondisi ini bisa terjadi akibat kulit bayi yang sensitif terhadap protein susu atau juga bisa diakibatkan karena bahan makanan yang dikonsumsi ibu akan berpengaruh pada ASI yang dihasilkan. Misalnya jika bayi punya alergi susu sapi, maka sebaiknya ibu tidak mengonsumsi susu sapi atau produk yang mengandung susu sapi. Untuk mengatasinya sebaiknya Moms segera membawa Si kecil ke dokter spesialis kulit anak. 

source: https://birthorderplus.com

4. Ruam Campak 

Penyakit campak merupakan suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak golongan Paramixovirus. Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum timbulnya ruam kulit dan 4 hari setelah ruam kulit ada. Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada balita, anak-anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya biasanya dia akan kebal terhadap penyakit ini.

source: https://pinkycloud.com