Apa penyebab bayi baru lahir terserang stroke? 

Beberapa ahli kesehatan di negara lain mengungkapkan, masih belum dapat memastikan penyebab bayi baru lahir bisa terserang stroke. Akan tetapi para ahli menduga salah satu penyebabnya adalah hypoxia, yaitu keadaan kekurangan oksigen yang membuat otak bayi panik. Selain itu, kondisi kesehatan ibu seperti gangguan autoimun, gangguan koagulasi, mengonsumsi obat-obatan selama masa kehamilan juga bisa meyebabkan bayi baru lahir terserang stroke. Meskipun tampaknya tidak bisa dipercaya, tidak jarang bayi yang baru lahir mengalami stroke. Bahkan, setidaknya satu dari 4.000 bayi baru lahir dipengaruhi oleh stroke "perinatal" sebelum, selama, atau setelah lahir. 
 

source: https://dynamicmedia.zuza.com

Sebuah penelitian seperti yang dilakukan oleh peneliti Georgetown University Medical Center, menemukan bahwa 10 hingga 20 tahun setelah bayi baru lahir menderita stroke akan mempengaruhi sisi kiri otak mereka. Elissa L. Newport, PhD, pemimpin penelitian ini menyatakan bahwa kemampuan otak bayi sangat luar biasa. “Otak bayi ini masih bersifat fleksibel, sehingga mereka mampu memindahkan proses pengolahan bahasa ke bagian otak yang sehat,” jelas Newport seperti dikutip Pop Sugar.

 

source: https://www.albertleatribune.com
baca juga

Apa Gejala Stroke Pada Bayi?

Bayi baaru lahir yang terserang stroke, pada dasarnya tidak menunjukkan gejala yang khusus. Namun saat Si bayi sudah berusia lebih besar, gejala tersebut baru muncul seperti kesulitan berbicara, badan tidak seimbang, dan mati rasa di beberapa bagian tubuh. Oleh sebab itu orang tua wajib waspada apabila bayi sering memiliki tatapan kosong, sering mengentakkan kaki hanya dengan satu kaki atau seluruh tubuh karena bisa jadi itu adalah gejala stroke. Untuk itu Moms sebaiknya segera membawa anak ke dokter spesialis syaraf anak. 
 

source: http://momjunction.com

Bagaimana Cara Mendiagnosis Bayi Stroke?

Untuk mendeteksi bayi baru lahir terserang stroke, Moms bisa melakukan beberapa tes untuk mengetahuinya seperti: 

1. Pemindaian Otak (CT/MRI)

Tes ini merupakan pemindaian pada otak digunakan untuk memperlihatkan jaringan otak, aliran darah, serta cairan di dalam tengkorak. Tes ini biasanya langkah pertaman digunakan oleh dokter untuk mengetahui ada atau tidaknya gejala stroke pada anak. Gambar-gambar yang dihasilkan menunjukkan apakah disebabkan oleh gumpalan darah (stroke iskemik) atau pendarahan (stroke hemoragik). 

2. Cerebral Angiogram

Teknik ini dilakukan untuk menggambar pembuluh darah, dengan menyemprotkan zat kontras (iodine) agar bisa dideteksi oleh alat X-ray melalui film. DSA bisa diaplikasikan pada pembuluh jantung, kepala, kaki, perut, hati, dll. Penggunaan iodine dikarenakan cairan tersebut terlihat jelas pada X-ray, serta dapat dengan mudah diserap dan dikeluarkan oleh tubuh.

3. Tes Darah 

Tes darah salah satu teknik yang dilakukan dokter untuk mengidentifikasi potensi penyebab stroke pada anak, termasuk meneliti jumlah sel darah dan sistem pembekuan darah serta tes untuk mendeteksi infeksi atau penyakit lain yang mungkin mempengaruhi seorang anak terkena stroke.

source: http://www.lastwordonnothing.com