1. Terhambatnya Pertumbuhan Janin

Hipertensi menyebabkan pasokan oksigen, darah dan nutrisi berkurang ke plasenta. Kondisi ini dapat menyebabkan bayi kekurangan nutrisi sehingga pertumbuhannya menjadi terhambat dan memiiki bobot rendah saat lahir.

source: https://id.pinterest.com


 

2. Risiko Penyakit Kardiovaskuler

Ibu hamil yang mengalami tekanan darah dan protein yang tinggi dalam urin setelah 20 minggu usia kehamilan (praeklamsia) dapat berisiko terkena penyakit kardiovaskuler (berhubungan dengan pembuluh darah dan jantung) setelah melahirkan. Resiko penyakit ini dapat diminimalisir dengan gaya hidup yang sehat.

source: http://www.medicalnewstoday.com


 

baca juga

3. Plasenta Lepas Sebelum Waktunya

Hipertensi pada ibu hamil dapat menyebabkan abrupsio plasenta atau terlepasnya plasenta dari dinding rahim sebelum waktu kelahiran. Plasenta akan rusak dan mengakibatkan pendarahan yang bisa mengancam keselamatanmu dan bayi.
source: http://infosehatwanita.com


 

4. Bayi Lahir Prematur

Hipertensi saat hamil dapat membahayakan nyawa bayi dalam kandungan. Tindakan yang akan dilakukan agar hipertensi tidak menyebabkan komplikasi berbahaya adalah dengan mempercepat kelahiran bayi sebelum waktunya sehingga bayi akan lahir prematur.
source: https://lifestyle.sindonews.com


 

baca juga

5. Bayi Meninggal di Kandungan

Pada komplikasi hipertensi yang sudah parah, bayi kemungkinan bisa meninggal dalam kandungan. Kondisi seperti plasenta yang lepas dari dinding rahim dan juga kurangnya pasokan oksigen serta nutrisi untuk janin dapat mengakibatkan nyawa si kecil terancam.
source: http://www.kidspot.com.au