Tetap Tenang dan Cari Tahu Mengapa

Anak-anak memiliki fitrah selalu ingin thau. Tapi dalam perjalanannya, anak bisa saja enggan belajar. Jika ini terjadi, Moms jangan panik apalagi memarahi si kecil. Jangan terburu-buru pula untuk menilai bahwa si kecil pemalas. Cari tahu apa yang membuat si kecil enggan belajar. Ajaklah si kecil diskusi dalam suasana yang menyenangkan. Bisa saja si kecil merasa bosan, tidak tertarik sama sekali, atau tidak tahu bagaimana cara melakukanya. Selain itu, pastikan kebutuhan dasar si kecil terpenuhi, seperti makan, istirahat, tidur, bermain, dan toileting. Saat kebutuhan dasar tidak terpenuhi, maka akan mempengaruhi mood si kecil untuk melakukan banyak aktivitas.
Tetap Tenang dan Cari Tahu Mengapa
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcQct87so0yvpedUG6P2c2oraVavCnuZLC2LnY8paywVZKtuKVBe

Belajar Bertahap, Pelan tapi Pasti

Prinsip penting yang tidak boleh Moms abaikan dalam pendidikan anak adalah lebih cepat, tidak selalu lebih baik. Terkadang, orang tua menginginkan si kecil bisa menguasai sesuatu secara bersama-sama dan cepat. Tapi, bagi si kecil, terburu-buru melakukan sesuatu tanpa memperhatikan sejauh mana milestone si kecil. Hal ini tentu akan berpengaruh dengan caranya menghadapi hal baru.

Terapkan belajar dengan bertahap dan pelan. Penuhi segala pengetahuan dasar si kecil seperti konsentrasi, kegiatan pra membaca, pra menulis, motorik, dan bahasa, serta matematika dasar.  Dengan pengetahuan dasar ini, si kecil akan memiliki bekal terhadap hal-hal baru di kemudian hari.
Belajar Bertahap, Pelan tapi Pasti
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcReBYzJPMWgTkLGgNJ1yQSxH1SPprtOHUJxyXAr7OJqwdsbknZj
baca juga

Ajak Anak Mencari Tahu Alasan Mengapa Ia Harus Belajar

Anak mungkin bertanya, mengapa ia harus belajar? Jika Moms memberikan alasan sepeti "agar pintar", "supaya sukses" dan alasan orang dewasa lain, maka hal tersebut kemungkinan tidak akan masuk dalam nalar si kecil.

Sebelum mulai belajar, Moms dan si kecil hendaknya mengubah mindset belajar dan tujuan belajar. Alih-alih membayangkan hasil akhir yang sukses, lebih baik kita mengajaknya untuk belajar dari sebuah proses yang menyenangkan. Bantu si kecil menemukan manfaat apa jika ia mempelajari hal tersebut. Misalkan dengan belajar membaca, si kecil bisa membaca buku kesukaanya tanpa harus menunggu Moms yang membacakanya. Dengan belajar matematika, si kecil bisa melakukan hal lain seperti sains, membuat proyek sederhana tentang bangunan atau bahkan jual beli. 
Ajak Anak Mencari Tahu Alasan Mengapa Ia Harus Belajar
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcTWk4exq-KiH8etW3XucilfTLqczuvGCVmQDYS1lU4KZxm0xRQR

Beri Anak "Ruang" untuk Memilih

Setiap anak memiliki karakter dan keunikan sendiri. Jika satu anak bisa duduk diam, mengikuti aturan, dan belajar dengan tenang di dalam ruangan, maka anak lain belum tentu bisa melakukan hal serupa. Kenali tipe kecerdasan anak, apakah ia cenderung belajar dengan mendengar, bergerak, melihat atau gabungan dari dua tipe. Tipe kecerdasan anak akan menentukan cara anak menyerap informasi dan mempelajari sesuatu. Jika Moms sudah menemukan kecenderungan gaya belajar anak, maka biarkan ia memilih tentang bagaimana cara ia belajar. Toh belajar bukan hanya soal duduk di dalam kelas dan membuka buku-buku sekolah' kan Moms? Bahkan sembari bermain, ia juga sedang belajar.

Tidak hanya cara, tapi juga tentang apa yang ingin ia pelajari. Moms bisa memberikan alternatif kepada anak tentang apa saja yang bisa ia pelajari hari ini. Lalu sepakati bahwa Moms dan si kecil akan melakukan dengan tuntas semua "materi" yang dipilih oleh si kecil. Biarkan ia memilih,tapi juga biarkan ia belajar dengan konsekuensi atas pilihanya.
Beri Anak "Ruang" untuk Memilih
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcScBlzHqLOJTMJ_zt4758IX44dyxAahi-7Mix-ggImqRzzZsbSg
baca juga

Ikut Serta dalam Aktifitas Anak Tanpa Harus Intervensi

Teman bermain atau belajar menjadi hal yang menyenangkan bagi anak. Alih-alih menjadi tutor dan mengatur ini itu, orang tua bisa berperan aktif saat anak belajar. Ambilah peran sejajar dengan anak. Ikutlah menggambar, mewarnai, melompat, berlari bahkan bermain peran. Pasanglah wajah ceria dan bersemangat. Maka anak akan berpikir bahwa belajar itu selalu menyenangkan.
Ikut Serta dalam Aktifitas Anak Tanpa Harus Intervensi
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcTh3OjXBSO_61Esy1IgNw2FmkV8ZAOkhxpOsob1ZslaexQ5AmXI

Jika semua hal tersebut sudah bisa Moms lakukan, maka tips terakhir adalah jangan pernah memaksa. Karena memaksa hanya akan menimbulkan efek trauma pada hal-hal yang berbau belajar.