1. Kehamilanmu Overdue atau Lewat Waktu

source: http://www.kidspot.com.au

Induksi persalinan ditawarkan kepada semua ibu yang tidak kunjung melahirkan secara normal pada minggu ke-42. Overdue bisa mengakibatkan risiko meninggal di dalam rahim dan komplikasi pada bayi, karena plasenta sudah tidak bekerja secara maksimal mengantarkan nutrisi kepada bayi.

 

2. Kamu Mengalami Preeklampsia

source: https://hellosehat.com

Apabila kamu menunjukkan gejala preeklampsia seperti tekanan darah tinggi, cairan tertahan, kaki bengkak dan kadar protein tinggi dalam urine, maka dokter akan mengambil langkah induksi persalinan untuk mempercepat proses melahirkan untuk menyelamatkan ibu dan bayi.

 

baca juga

3. Ketuban Pecah Dini

source: https://family.fimela.com

Opsi induksi persalinan akan diberikan apabila selaput ketuban sudah pecah, tapi belum ada kontraksi dan tanda-tanda akan melahirkan. Hal ini dilakukan untuk mencegah bayi terkena infeksi di dalam rahim.

 

4. Plasenta Tidak Berfungsi dengan Baik

source: https://hellosehat.com
Kalau pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa plasenta tidak lagi berfungsi dengan baik, air ketuban berkurang menjadi sangat sedikit dan janin di rahim tidak berkembang atau tumbuh seperti seharusnya, maka itu adalah tanda kamu harus mendapatkan induksi persalinan.

 
baca juga

5. Penyakit Kronis

source: https://yeutre.vn

Jika kamu memiliki penyakit kronis atau akut yang mengancam kesehatanmu dan bayi, seperti tekanan darah tinggi, diabetes dan ginjal, maka dokter akan memutuskan akan melakukan induksi persalinan. Tapi, tentu saja dengan persetujuanmu terlebih dahulu.