Seperti pada umumnya, persalinan terbagi dalam tiga tahap, yakni pada tahap pertama, ibu hamil akan mengalami kontraksi, sehingga akan terjadi pembukaan pada leher rahim. Pada fase selanjutnya ibu hamil memasuki tahap kedua atau proses persalinan. Pada fase ini bayi akan mendorong untuk keluar dan diikuti ibu mengejan kemudian bayi lahir. Selanjutnya plasenta akan keluar tidak lama setelah bayi lahir. Namun, bagi ibu yang mengalami retensi plasenta, maka plasenta masih bertahan di dalam rahim bahkan hingga 30 menit. 
 

Apa Itu Retensi Plasenta dan Risikonya Bagi Calon Ibu?
source: https://www.freepik.com

Sebenarnya apa yang menyebabkan terjadinya retensi plasenta pada ibu melahirkan? 

Penyebab retensi plasenta sangat kompleks dan beberapa penyebab retensi plasenta yaitu infeksi yang menyebabkan rahim lemah untuk berkontraksi, dan ibu kurang gerak sehingga otot rahim tidak kuat untuk berkontraksi. Selain itu berdasarkan penyebabnya, retensi plasenta dibagi menjadi beberapa jenis, yakni: 
 

  • Placenta adherens: Kondisi ini dimana rahim tidak berkontraksi dan mengeluarkan plasenta. Pada kasus ini bisa saja disebabkan perlekatan sebagian atau seluruh plasenta pada dinding rahim. Jenis retensi plasenta ini paling sering terjadi pada ibu melahirkan. 
  • Plasenta akreta: Kondisi terjadinya retensi plasenta ini dikarenakan plasenta tumbuh terlalu dalam di dinding rahim. Biasanya kasus ini terjadi disebabkan oleh kelainan pada lapisan rahim, karena menjalani operasi caesar atau operasi rahim.
  • Trapped placenta: Kondisi ini justru plasenta sudah terlepas dari dinding rahim, namun belum keluar dari dalam rahim. Penyebab kondisi ini terjadi dikarenakan leher rahim tertutup sebelum plasenta keluar.
Apa Itu Retensi Plasenta dan Risikonya Bagi Calon Ibu?
source: https://mirror.co.uk
baca juga

Selain itu ada juga beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko retensio plasenta, di antaranya:

  • Bekas luka pada rahim, akibat dari bekas operasi sesar berisiko karena plasenta dapat tertanam lebih dalam pada uterus.
  • Wanita yang sudah pernah melahirkan lebih dari 5 kali, bisa berisiko mengalami retensi plasenta karena telah terjadi penurunan sel-sel desidua.
  • Kehamilan ganda yang memerlukan implantasi plasenta yang luas.
  • Plasenta previa, karena tempat melekatnya terdapat pada bagian isthmus yang mempunyai pembuluh darah sedikit, sehingga perlu melekat masuk lebih dalam.
Apa Itu Retensi Plasenta dan Risikonya Bagi Calon Ibu?
source: https://fitpregnancy.com