1. Risiko Bayi Mengalami Kelainan Genetik, Keguguran dan Komplikasi Lebih Kecil

source: http://drolesdemums.com

Buat kamu yang memilih hamil di usia 20-an, maka risiko bayimu mengalami kelainan genetik lebih kecil. Seiring bertambahnya usia, ovarium perempuan akan ikut menua, begitu juga dengan sel telur yang semakin menurun kualitasnya.

Itu sebabnya sel telur perempuan muda, bila dibandingkan yang lebih tua, memiliki lebih sedikit risiko melahirkan bayi dengan kelainan genetik, misalnya Down Syndrome. Selain itu, risiko keguguran yang terjadi juga lebih rendah bila hamil di usia 20-an. Sama halnya dengan risiko komplikasi kesehatan, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes, menjadi lebih kecil.

 

baca juga

2. Fisik yang Kuat di Usia Muda akan Memudahkan Ibu Melahirkan

source: http://water.savestatesociety.net

Selain kehamilan berjalan cukup lancar, hamil usia muda juga memengaruhi performa persalinan. Jadi, tingkat keberhasilan persalinan seorang ibu sangat dipengaruhi oleh power (kekuatan atau dorongan), passage (jalan lahir) dan passager (janin). Pada usia 20-an tubuh cukup prima untuk melahirkan secara normal.

Pada usia ini ibu memiliki kekuatan atau power yang cukup baik untuk mengejan dan mendorong janin. Rongga panggul sebagai jalan lahir bayi pun telah berkembang lebih matang sehingga bisa dilalui kepala bayi yang ukuran normalnya berdiameter antara 9-10 cm. Organ reproduksi seperti rahim dan vagina juga sudah kuat untuk mendukung persalinan. Karena itu, ibu hamil usia muda biasanya lebih kuat ketika melahirkan secara alami dengan gentle birth, water birth dan lain-lain.

 

3. Stamina Lebih Baik saat Menjadi Ibu

source: https://id.pinterest.com

Hamil usia muda juga memengaruhi staminamu saat menjadi seorang ibu nantinya. Karena menjadi ibu di usia muda, maka fisik tentu saja lebih kuat. Karena hamil di usia muda, risiko penyakit dan gangguan tertentu, seperti preeklampsia, prematur, dan plasenta previa lebih rendah, sehingga setelah melahirkan kesehatanmu tetap terjaga.

Semakin muda kamu memiliki anak, maka risiko terkena kanker payudara juga semakin rendah. Selain itu, dari sisi fisik, ibu berusia muda tentunya punya stamina lebih baik dalam merawat bayi siang dan malam.