Antibiotik Bukan Obat untuk Segala Penyakit

Hal dasar yang harus dipahami oleh semua ibu rumah tangga adalah antibiotik bukanlah obat untuk segala penyakit. Sebagian ibu merasa tenang saat anak yang rewel karena sakit akhirnya dapat tidur nyenyak setelah mengonsumsi antibiotik, sayangnya dampak baik ini tidak selalu dilanjutkan dengan dampak baik di jangka panjang. Pasalnya, pemberian antibiotik tidak pada tempatnya dapat merusak kekebalan tubuh alami dan membuat bakter menjadi resisten terhadap antibiotik tersebut. Bahkan, hal ini juga dapat memicu munculnya alergi di masa depan.
 

Tidak Boleh Sembarangan, Ini Dia Panduan Pemberian Antibiotik untuk Bayi Dan Balita
source: http://www.thehealthsite.com/


 


Apa Fungsi Antibiotik?

Antibiotik merupakan obat diciptakan sebagai pembunuh bakteri atau pencegah bakteri untuk berkembang-biak. Itulah sebabnya antibiotik hanya akan bekerja untuk melawan bakteri. Sebaliknya, virus yang menyebabkan penykit pada sakit tenggorokan, infeksi sinus, dan bronkitis tidak dapat dilumpuhkan dengan pemberian antibiotik
 

Tidak Boleh Sembarangan, Ini Dia Panduan Pemberian Antibiotik untuk Bayi Dan Balita
source: https://medium.ubiota.com/routine-use-of-antibiotics-during-delivery-what-about-babys-gut-flora-1e671d93f967


 

baca juga


Kapan Bayi dan Balita Membutuhkan Antibiotik?

Perlu Mommy pahami juga, dokter tidak selalu bisa memberikan diagnosa apakah si kecil mengalami infeksi bakter. Itulah sebabnya, pada dokter tidak boleh sembarangan juga dalam memberikan obat antibiotik pada anak dan bayi. Nah, berikut ini adalah beberapa daftar penyakit yang dapat diobati dengan pemberian antibiotik:

Pneumonia

Penyakit yang diakibatkan infeksi pada paru-paru ini cukup sulit untuk diidentifikasi apakah disebabkan oleh virus atau bakteri. Gejala demam, batuk, nafas pendek, dan muntah berisiko menambah kemungkinan terjadinya komplikasi hingga kematian. Jadi, jangan heran jika dokter akan meresepkan antibiotik pada anak yang terkena pneumonia.

Demam tinggi

Demam merupakan sebuah tanda bahwa tubuh dengan sistem imunnya sedang melawan infeksi bakteri. Akan tetapi, jika suhu panas tubuh sudah terlalu tinggi, yaitu sekitar 38° celcius untuk bayi dengan usia kurang dari 3 bulan dan 39° celcius untuk bayi degan usia 3 - 12 bulan, dapat menunjukkan bahwa tubuh si kecil mengalami infeksi bakteri yang cukup serius. Itulah sebabnya antibiotik dibutuhkan dalam kondisi ini. 

Pertussis (batuk rejan)

Antibiotik dapat dengan efektif bekerja apabila diberikan pada awal (pertama atau kedua) sejak gejala penyakit pernafasan ini terjadi. Tepatnya saat batuk ringan atau demam, dan sebelum batuk rejan muncul. 

Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih terjadi saat ada bakteri yang masuk pada area kandung kemih atau ginjal. Gejala demam, muntah, atau diare dapat muncul pada infeksi ini. Untuk itu, diperlukan kultur urin yang dapat mengkonfirmasi diagnosa serta membantu mengidentifikasi bakteri apa yang mengakibatkan infeksi. Setelah itu, barulah anak akan diberikan antibiotik untuk mengatasinya.

Infeksi pada telinga

Apabila anakmu mengalami infeksi pada telinganya, dokter perlu menunggu 7 sampai 14 hari sebelum dapat menentukan apakah infeksi dapat sembuh dengan sendirinya tanpa obat. Jika masih belum pulih dengan si kecil yang tampak tidak nyaman dengan telinganya, rewel berlebihan atau menangis, sulit tidur, diiringi demam tinggi, maka dokter akan memberikan antibiotik untuk mengatasinya.

Tidak Boleh Sembarangan, Ini Dia Panduan Pemberian Antibiotik untuk Bayi Dan Balita
source: http://www.flanderstoday.eu/


Nah, itulah beberapa hal seputar pemberian antibiotik pada bayi dan anak yang perlu kamu tahu. Jangan lupa untuk selalu menghabiskan antibiotik yang diberikan dokter sesuai dosis dan ketentuan meskipun si kecil sudah terlihat sehat.