Perbedaan Roti Gandum dan Roti Putih

Meski sama-sama roti dan pengganti nasi, ternyata roti gandum dan roti putih memiliki banyak perbedaan. 

1. Bahan baku 
Sebenarnya, bahan baku ke dua roti ini tidak jauh berbeda yaitu gandum. Hanya saja Roti gandum terbuat dari gandum utuh atau tepung berserat tinggi seperti tepung rye. Sedangkan roti putih terbuat dari biji gandum olahan yang diolah menjadi tepung terigu. 

Warna cokelat pada roti gandum didapatkan secara alami dari bagian berserat dari serealia yang tidak dibuang dan menjadi bagian dari tepungnya. Berbeda dengan roti gandum, roti putih terbuat dari olahan biji gandum yang serat dan kulitnya telah dibuang sebagai bagian dari proses penggilangan tepung. Sehingga warna roti menjadi putih.


2. Kandungan Nutrisi dan kalori.


Roti gandum terbuat dari biji gandum yang belum di olah. Sehingga lapisan kulit, biji, endosprem dan bakteri baik yang dikandungnya membuat roti gandum memiliki nutrisi yang lebih yang lebih baik dari pada roti putih. 

Roti gandum mengandung niacin, thiamin, riboflavin, folat dan beberapa vitamin. Roti gandum juga cenderung lebih rendah kalori. Dalam satu tangkup roti gandum terdapat 138 kalori. 
Dalam setangkup roti putih terkandung 175 kalori, itu pun jika tidak dikonsumsi dengan tambahan lain seperti mentega, cokelat, dan selai. Itulah sebabnya Roti gandum cenderung lebih tepat untuk di konsumsi sebagai makanan alternatif pengganti nasi. 

3. Kandungan Indeks Glikemik

Kandungan IG adalah perhitungan seberapa cepat makanan di ubah menjadi gula darah. Tingginya IG membuat gula darah cepat naik sehingga memicu diabetes. 

Roti yang memiliki tambahan gula tentu mengandung ig yang lebih tinggi, termasuk roti putih. Nilai ig pada roti putih adalah 80 per 100 gramnya, sedangkan pada roti gandum 49 per 100 gramnya. 


4Pembuatan dan Kandungan Bahan Lainnya

Proses pengolahan roti gandum juga lebih singkat dari pada roti putih. Pembuatan roti putih menggunakan bahan yang lebih banyak. Sewaktu memutihkan tepung, maka akan ada penambahan kalium bromida, gas klor dioksida atau benzil peroxidea. Beberapa diantaranya menambahkan pewarna agar terlihat lebih cerah. Dengan proses ini, pemanggangan roti putih akan lebih mudah di prediksi. Itulah sebabnya, roti putih lebih awet dari pada roti gandum.

 

Perbedaan Roti Gandum dan Roti Putih
source: https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSN7cRySffUW5EG2kKfAhxmJnoOVcdJsWtYh-EXiVySoSAhApMT

Jadi Mana yang Lebih Baik?

Jika dilihat dari pemaparan di atas, tentu roti gandum akan menjadi pilihan bagi Moms yang ingin mengonsumsi makanan sehat. Tapi, anggapan mengonsumsi roti gandum lebih sehat dari pada roti putih tidak sepenuhnya benar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Weizmann Institute of Science terhadap 20 orang yang mengonsumsi roti gandum dan roti putih secara bergantian dan terus menerus menunjukan hasil tingkat kolesterol, ginjal, hingga fungsi hati dari mereka tidak menunjukan perbedaan signifikan. Apalagi, tidak semua roti gandum di pasaran adalah roti gandum utuh. Beberapa produsen menambahkan tepung ke dalam adonan roti untuk tujuan tertentu.

Sebaiknya, variasikan makanan agar nutrisi yang masuk ke dalam tubuh lebih beragam.

Selamat sehat Moms!