Bolehkah Ibu Menyusui Bayi saat Sakit?

Saat sakit, wanita menyusui mengalami dilema apakah berhenti atau tetap lanjut menyusui. Ternyata ibu menyusui yang terkena penyakit umum seperti pilek, batuk, demam, infeksi perut dan lain-lain, tidak mengharuskan ibu untuk berhenti menyusui. Menyusui tetap aman untuk dilanjutkan. Hanya ada beberapa penyakit yang mewajibkannya tidak menyusui bayi, seperti infeksi HIV. 
 
Bolehkah Ibu Menyusui Bayi saat Sakit?
source: http://www.canakkaleyorum.com


 

Apakah Penyakit Ibu Akan Tertular Pada Bayi?

Sebagian besar infeksi disebabkan oleh virus yang menular. Ibu yang sakit sudah terinfeksi oleh virus jauh sebelum menunjukkan gejala seperti pilek, batuk atau demam. Oleh karena itu, sangat mungkin bayi juga terinfeksi, jauh sebelum ibu sadar bahwa dirinya sakit. Juga sebagian besar infeksi ditularkan melalui udara, kontak kulit atau melalui sekresi dari mulut dan hidung, tetapi tidak melalui ASI.

Ketika ibu menyusui selama sakit, antibodi yang diproduksi di dalam tubuh akan diteruskan ke bayi, sehingga meningkatkan kekebalannya. Bahkan dalam kasus seperti keracunan makanan, atau penyakit perut menyusui tetap boleh dilanjutkan karena kecil kemungkinan bayi ikut terinfeksi melalui ASI. Malahan tiba-tiba berhenti menyusui bayi ketika sakit, akan meningkatkan kemungkinan bayi jatuh sakit juga karena kurang mendapatkan nutrisi dari ASI dan kenyamanan dari ibu. 
 
Apakah Penyakit Ibu Akan Tertular Pada Bayi?
source: https://www.fitpregnancy.com


 
baca juga

Yang Harus Dilakukan Ibu Menyusui

Menyusui bayi saat sakit tetap aman. Namun, bagaimana pun juga ibu harus tetap melakukan upaya-upaya pencegahan agar bayi terhindari dari infeksi. Coba lakukan beberapa hal berikut: 

1. Minum Banyak Air
Biarkan tubuh terhidrasi dengan mengonsumsi banyak air. Ada kemungkinan pasokan ASI menurun, selama sakit. Jadi selalu minum banyak cairan untuk menjaga suplai ASI. Selain itu, tetap sering menyusui bayi untuk merangsang produksi ASI.

2. Berkonsultasi dengan Dokter
Saat sakit, pergilah ke dokter untuk diresepkan obat. Beritahu dokter bahwa kamu sedang menyusui sehingga akan diberikan jenis obat yang tepat dan tidak memengaruhi bayi. Selain itu, jangan pernah mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas. 

3. Hindari Terlalu Lama bersama Bayi
Seperti diketahui, infeksi menyebar melalui udara dan cairan tubuh seperti air liur, cairan hidung dan lain-lain. Hindari bersin, batuk di dekat bayi dan cucilah tangan sebelum menyentuh dan menggendong bayi. Meskipun sulit, disarankan untuk menjauh dari bayi kecuali selama menyusui. Mintalah anggota keluarga yang lain untuk mengasuh anak, selama waktu tersebut. 
 
Yang Harus Dilakukan Ibu Menyusui
source: http://devetmeseci.net

4. Memerah ASI
Apabila kamu terpaksa berhenti menyusui bayi karena lain dan suatu hal, maka cobalah tetap memerah ASI secara rutin. Memerah ASI akan mengurangi risiko mastitis atau peradangan pada payudara. 

5. Kenali Penyakit yang Diidap
Memeriksakan diri ke dokter akan sangat membantu mengetahui penyakit yang Moms sedang alami. Ibu menyusui dengan kondisi tertentu seperti infeksi HIV dan septikemia (keracunan darah) harus berhenti menyusui bayi  segera. Juga ketika menjalani kemoterapi untuk pengobatan kanker, kamu disarankan untuk berhenti menyusui. Jika kamu memiliki penyakit seperti TBC, flu babi yang menular melalui cara lain, disarankan untuk tidak menyusui bayi secara langsung, melainkan ASI diperah dan minta orang lain yang sehat memberikannya kepada bayi. 

Nah, itu dia penjelasan mengenai keamanan wanita menyusui bayi ketika jatuh sakit. Semoga informasik ini membantu ya, Moms!