Penyimpanan Sel Telur Sebagai Asuransi

Sel telur kok digunakan sebagai asuransi? Ternyata bisa banget Moms. Perempuan modern terutama di negara maju, sudah mulai menabung untuk melakukan prosedur operasi penyimpanan sel telur ini. Para perempuan ini beranggapan bahwa kesuburan mereka dapat diawetkan sementara mereka mencari pasangan yang tepat sembari mengejar karir. 

Prosedurnya mirip dengan sebagian tindakan IVF (in vitro vertilisation alias bayi tabung). Hormon yang memicu pertumbuhan beberapa sel telur diberikan, kemudian sel telur itu diambil sebelum dibekukan. Pada saatnya, perempuan bisa menggunakan sel telur itu untuk IVF, jika mereka tak bisa hamil secara natural.

Penyimpanan Sel Telur Sebagai Asuransi
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTJnLSYThEk4PEdSVrvJvlOb0yUkS6H1hhWpPi_8jOPXmIOgXH8

Tapi seperti juga asuransi yang lain, pembekuan sel telur dapat menimbulkan beban finansial cukup berat. Hal ini dikarenakan biaya dari tindakan tersebut mencapai Rp. 244 juta di New York, atau sekitar Rp. 70-90 juta di Indonesia. Harga tersebut tentu sangat mahal kan Moms bagi perempuan yang cenderung memiliki pendapatan lebih sedikit dan tabungan lebih sedikit dari pada laki-laki?

Membayar harga tersebut bisa menimbulkan kesulitan keuangan untuk para perempuan, yang punya pendapatan lebih sedikit dan menabung lebih sedikit dibanding para lelaki.

Sebenarnya, Prosedur Simpan Beku Sel Telur tidak disarankan Bagi Perempuan yang Menunda Kehamilan

Meski demikian, American Society for Reproductive Medicine (ASRM) tahun 2012 menyatakan, prosedur pembekuan sel telur tidak dianjurkan untuk wanita subur yang sengaja menunda kehamilan. Prosedur ini seharusnya ditujukan pada perempuan dengan kondisi medis tertentu. Misalkan saja, perempuan muda yang terkena kanker dan harus melakukan kemoterapi sehingga tidak memungkinkan untuk hamil pada saat yang sama. Atau perempuan yang kesulitan hamil karena sebab tertentu. Prosedur ini menjadi pilihan sebagai cara cepat hamil. 
 

Sebenarnya, Prosedur Simpan Beku Sel Telur tidak disarankan Bagi Perempuan yang Menunda Kehamilan
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSUBwqrw__KmJ37pOAGLZ9sn1ju2Tx4hUwrr1lNd1CHAagQ16X0gw
baca juga

Pembekuan Sel Telur Lebih Baik dilakukan di usia Muda

Usia terbaik untuk melakukan prosedur ini adalah 20 hingga 30 tahun. Hal ini seperti yang dijelaskan  pakar kesuburan dari University of Rochester Medical Center, Amerika Serikat, Wendy Vitek. Tingkat kehamilannya akan lebih rendah jika pembekuan sel telur dilakukan pda usia 38 tahun. 

Pembekuan Sel Telur Lebih Baik dilakukan di usia Muda
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTUsLJWZu1fjt0MHz71MjxfSYXiL9SJGNuHOFreUHbUr1BSOTVd

Pembekuan Sel Telur Tidak Menjamin Kehamilan

Meskipun berbiaya mahal dan dilakukan pada usia yang muda, belum tentu kehamilan akan terjadi pada usia yang diinginkan nanti (usia di atas 35 tahun). Hasil studi di Eropa menunjukan menunjukkan tingkat kehamilan 36 -61 persen ketika digunakan. Padahal sel beku donor diambil dari perempuan dibawah 30 tahun. 

Begitu juga dengan jumlah kelahiran dari pembekuan sel telur ini Moms. Menurut USC Fertility Center dari University of Southern California, Amerika Serikat, hanya sekitar 5000 bayi yang lahir dari sel telur yang dibekukan di seluruh dunia.
 

Pembekuan Sel Telur Tidak Menjamin Kehamilan
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcShHil6FAbkQdRD6Z-vwLdu0SuVhMbWKc_s5m2mFtqpYSeBQl9F
baca juga

Hmm...bagaimana Moms? Terkadang segala cara agar cepat hamil kita tempuh untuk memiliki momongan ya Moms? Semoga Moms menemukan cara terbaik untuk mendapatkan momongan yang sehat dan cerdas.