Pentingnya pendidikan anak akan memberikan pandangan bagi kehidupannya. Pendidikan akan membentuk sudut pandangnya untuk menyikapi kehidupannya di dunia. Maka, tugas sebuah pemerintah untuk memiliki sistem pendidikan yang baik dan berkualitas. Seperti 5 negara dengan sistem pendidikan yang berkualitas yang dirilis lembaga penelitian The Social Progress Imperative tentang hasil penelitian dasar di seluruh dunia yang tersaji dalam Index Kemajuan Sosial. Dari kelima negara tersebut didominasi oleh negara-negara Asia.

source: https://serambimata.com/

Korea Selatan

Negara yang sering dikenal dengan sebutan Negeri Ginseng dan sedang menjadi sorotan dengan Hallyu Wavenya, kali ini mendapatkan urutan pertama sebagai negara yang memiliki sistem pendidikan yang ketat mengalahkan Jepang. Korea memiliki investasi dalam pendidikan anak usia dini cukup tinggi meskipun belum mampu mengimbangi model pendidikan. Anak di Korea akan mengalami lamanya belajar selama tujuh hari kerja, jadwalnya penuh hingga akhir pekan. Ujian masuk universitas merupakan hal yang sangat penting, jam buka perkantoran, tempat rekreasi hingga polisi dapat membantu berjalannya anak-anak Korea Selatan agar dapat mengikuti ujian masuk universitas. Anak-anak juga akan melakukan bimbel setelah sekolah, dimana mereka akan pulang ke rumah pada tengah malam. Saat ini yang memahami huruf total sudah mencapai 97,9% dengan komposisi 99,2% laki-laki dan 96,6% perempuan.

Jepang

source: http://jurnalotaku.com/

Jepang merupakan salah satu negara dengan kemampuan riset yang tidak ada duanya. Bahkan pendidikannya pun sudah berbasis teknologi. Namun, sistem pendidikan Jepang juga tidak melupakan tradisi dalam proses mendidik anak. Pendidikan di Jepang tidak selalu soal akademik, tetapi sudah mengajarkan sopan santun sejak usia dini. Pendidikan karakter diterapkan pada sistem pendidikannya, sehingga anak yang akan menghormati sesama orang lain, bahkan hewan dan alam sekitarnya. Negara Jepang tidak mempekerjakan petugas kebersihan, karena siswa-siswi akan dibagi ke dalam kelompok kecil yang berotasi setiap tahunnya untuk membersihkan sekolah. Sistem pendidikan tersebut mengajarkan siswa-siswinya mandiri serta mengajarkan mereka untuk bekerja dalam tim. Hal tersebut melahirkan banyak tokoh besar dalam pengetahuan dan wawasan sehingga menjadi guru bangsa. Jepang berhasil membuktikan sumber daya manusia yang berkualitas dengan PDB (Pendapatan Domestik Bruto) yang hampir mencapai 5,96 triliun USD.

baca juga

Singapura

source: http://ikelas.com/

Negara tetangga Indonesia ini ternyata memiliki sistem pendidikan yang baik lho. Terkenal dengan perkembangan pendidikan yang kuat dan maju, membuat banyak orang tak heran jika Singapura memiliki universitas terbaik se-Asia. Singapura memiliki nilai yang terbilang sangat tinggi pada tes PISA yang bertujuan untuk mengukur seta membandingkan kinerja siswa di berbagai negara.

Hongkong

source: https://shalaazz.blogspot.com/

Hongkong memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia dengan mengadopsi model pendidikan UK (United Kingdom) yang tidak hanya mengutamakan pengetahuan, juga mementingkan kemampuan interpersonal, mengenai isu-isu sosial budaya, praktek kerja riil dan keahlian partikal. Kurikulum pendidikan dimulai dari pendidikan dasar, menengah dan tinggi yang berbasis fakta. Kemampuan orang terhadap huruf mencapai 94,6%.

baca juga

Finlandia

source: https://boombastis.com/

Perlu diketahui oleh orang-orang bahwa saat ini Finlandia berada di urutan ke 5, setelah sebelumnya berada di posisi pertama. Hal tersebut terjadi karena pengaruh perubahan kebijakan pemerintah. Misalnya, penghapusan program kuliah gratis menjadi salah satu faktor kemunduran yang terjadi. Kurikulum nasional di Finlandia hanya digunakan sebagai pedoman, selebihnya bersifat fleksibel. Sistem pendidikan Finlandia untuk menilai siswa memang terbilang cukup berbeda, anak-anak yang mengenyam pendidikan tidak akan dibebani pekerjaan rumah dan ujian. Mereka akan mengalami ujian pada usia 16 tahun. Tidak adanya sekat, atau pengelompakan anak berdasarkan pintar atau tidak. Mereka akan berada di kelas yang sama untuk mendapatkan ilmu dari gurunya. Tidak seperti di Indonesia yang memiliki banyak kelompok kelas seperti kelas akselerasi, kelas reguler, atau bahkan kelas internasional.