Tidak semua ibu dapat menghasilkan air susu dengan jumlah yang banyak sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan ASI sang anak. Pada kenyataannya, produksi ASI bagi tiap wanita berbeda-beda tergantung pada kondisi tubuh hingga asupan gizi yang dikonsumsi sang ibu.

Akhir-akhir ini, kegiatan donor ASI sedang marak dilakukan oleh kalangan ibu-ibu menyusui. Para ibu yang mampu memproduksi ASI banyak sering 'kelebihan' pasokan sehingga dapat diberikan kepada ibu-ibu lain yang memiliki masalah dalam produksi ASI-nya.

Namun, praktik donor ASI sebenarnya tidak semudah itu karena banyak hal penting yang perlu diperhatikan khususnya dari segi kesehatan. Yuk, simak hal yang harus kamu persiapkan sebelum menerima atau melakukan donor ASI. Apa saja?

source: http://www.kompas.com


 

Syarat Ibu Pendonor ASI

Saat akan melakukan donor ASI, cobalah untuk memperhatikan kondisi pendonor itu sendiri. Ada beberapa kategori ibu yang memenuhi standar dan layak untuk mendonorkan ASI. Salah satu hal terpentingnya adalah sang ibu pendonor harus dalam kondisi sehat. Nah, untuk lebih lengkapnya, berikut kriteria pendonor yang dilarang untuk melakukan donor ASI:

  1. Penerima donor darah/produk darah lainnya dalam 1 tahun terakhir
  2. Penerima transplantasi organ/jaringan dalam 1 tahun terakhir
  3. Peminum alkohol
  4. Pengonsumsi rutin obat-obatan
  5. Pengguna vitamin megadosis atau obat-obatan herbal
  6. Pengguna produk tembakau
  7. Pemakai implan silikon payudara
  8. Vegetarian tanpa suplementasi vitamin B12
  9. Pemakai obat-obatan terlarang
  10. Memiliki riwayat Hepatitis, gangguan sistemik lainnya atau infeksi kronis (contohnya: HIV, HTLV, sifilis, CMV – pada bayi prematur)
  11. Beresiko HIV (pasangan HIV positif, mempunyai tato/body piercing)

 

source: http://www.netralnews.com


Selain itu, sebelum mendonorkan ASI, para ibu calon pendonor dianjurkan untuk memeriksakan dirinya dan hasil pemeriksaan harus terbukti negatif secara serologis terhadap penyakit HIV-1 dan HIV-2, HTLV-I dan HTLV-II, Hepatitis B, Hepatitis C, dan sifilis.

 

baca juga

Penerima Donor ASI

Nah, setelah yakin bahwa ibu pendonor ASI memiliki kondisi tubuh yang sehat dan tidak termasuk dalam kategori terlarang diatas, ibu penerima donor ASI juga harus melakukan pasteurisasi yang dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu Pretoria atau Flash Heating.


Cara Melakukan Pasteurisasi
Didihkan air bersih, kemudian siapkan ASI donor yang telah ditempatkan pada botol lalu letakkan botol ASI pada wadah lain. Saat air sudah mendidih, tuangkan air mendidih ke wadah yang telah diletakkan botol ASI donor. Pastikan air panas yang dituangkan lebih tinggi dibandingkan ASI di dalam botol.

Diamkan selama kurang lebih 20 menit. Proses ini akan membunuh bakteri-bakteri, bahkan virus HIV pun juga akan mati. Setelah itu, baru ASI donor dapat diberikan kepada bayi.

 

source: http://mommiesdaily.com
“Fungsi Pasteurisasi adalah untuk mematikan semua virus-virus yang ada di dalam ASI ibu pendonor itu. jadi kalau mendonorkan ASI dan menjadi penerima ASI itu tidak boleh langsung diberikan ke bayi, tapi harus melalui dua tahap pasteurisasi tersebut,” dr. Asti
source: http://mommiesdaily.com


Nah, itulah hal-hal yang perlu dicermati sebelum kamu melakukan donor ASI. Pada dasarnya semua aturan ini sudah ditetapkan oleh para ahli medis untuk memastikan prosedur donor ASI yang dilakukan di masyarakat aman dan tidak berbahaya, khususnya bagi para bayi.