Berawal dari Kekhawatiran Orang Tua

Polemik vaksin MR ini sebenarnya sudah pernah ada beberapa tahun yang lalu. Sejumlah orang tua ragu-ragu apakah vaksin MR yang menjadi program wajib pemerintah boleh di gunakan atau tidak. Bahkan ada beberapa pihak yang menyatakan dirinya anti-vaksin karena kehalalan vaksin.

Meski menurut kemenkes vaksin MR sudah diakui dunia, namun kehalalan vaksin masih belum di akui oleh MUI. Bahkan, MUI menyebutkan bahwa vaksin yang memanfaatkan unsur babi dan turunannya adalah haram. Termasuk Vaksin Serume Institute of India (SII).
 

source: https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSwpoFG2kkcybbriwLWGsBgqhD4B4vjOsJjkSWfr3PtAOm0dbhvf5NiakPvOg

Hasil pemeriksaan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) menyebutkan, vaksin MR mengandung dua unsur haram, yakni kandungan kulit babi dan organ tubuh manusia atau human deploit cell.

Namun, kemudian MUI memberikan fatwa bahwa Vaksin tersebut hukumnya mubah (boleh).

Boleh Asal Ada Kondisi Berikut

Ada tiga alasan yang membuat vaksin MR boleh dipergunakan, yakni:

1. Karena kondisi keterpaksaan (darurat syar'iyyah), dalam 
2. Belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci
3.Serta ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi.

Keputusan ini tertuang dalam Keputusan MUI No. 33 Tahun 2018 yang diputuskan pada 20 Agustus 2018.

source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT85DJHxU9c1qjeASCQ-f5Z19HjaU3zP8POFQ9e-Ya2EOxjYA_vJa2YBfRY
baca juga

Empat Rekomendasi MUI

Meskipun demikian, MUI juga memberikan rekomendasi kepada pemerintah selaku pemegang kebijakan pemberian Vaksin MR, yakni:

1. Pemerintah wajib menjamin ketersediaan vaksin halal untuk kepentingan imunisasi masyarakat.
2. Produsen vaksin wajib mengupayakan produksi vaksin yang halal dan mensertifikasi halal produk vaksin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
3. Pemerintah harus menjadikan pertimbangan keagamaan sebagai panduan dalam imunisasi dan pengobatan. 
4. Pemerintah hendaknya mengupayakan secara maksimal, baik melalui WHO maupun negara-negara berpenduduk muslim, agar memperhatikan kepentingan umat Islam dalam hal kebutuhan akan obat-obatan dan vaksin yang suci dan halal.

source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSrslr2eB13lcQULCdwGXdxcGXaaPYGYyQjd-QiWwazEo_qD4nU

Nah Moms, semoga bisa membantu Moms lebih yakin untuk mengajak si kecil melakukan imunisasi. Karena berdasarkan catatan kantor regional badan kesehatan dunia ( WHO) Asia Tenggara, Indonesia termasuk negara yang tertinggal dalam pemberian vaksin MR lho.