Apa itu paracetamol?
Saat sakit kepala atau nyeri pada tubuh karena meriang biasanya diobati dengan paracetamol. Obat yang satu ini memang termasuk dalam golongan analgesik (pereda rasa nyeri) dan antipiretik (penurun demam). Cara kerja paracetamol yakni menghilangkan rasa nyeri dan menurunkan suhu tubuh 30 menit setelah dikonsumsi. Paracetamol umumnya ada di dalam kandungan obat sakit ringan yang bisa dibeli secara bebas di apotek.
 

source: https://guardian.ng/wp-content/uploads/2016/08/paracetamol2.jpg

Bagaimanakah dosis paracetamol?
Meskipun paracetamol dijual bebas di apotek, bukan berarti Moms bisa mengonsumsinya sembarangan. Dosis penggunaan paracetamol dibatasi 500 hingga 1000 mg setiap 4 hingga 6 jam sekali, dengan dosis maksimal 4000 mg dalam 24 jam. Dosis tersebut berlaku untuk usia 12 tahun ke atas. Sementara untuk bayi dan anak-anak petunjuk dokter amat diperlukan. Mengonsumsi paracetamol melebihi dosis aman bisa membahayakan organ hati.
 

source: https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2016/09/paracetamol-vs-ibuprofen.jpg?x54339
baca juga

Bolehkah ibu hamil dan ibu menyusui mengonsumsi paracetamol?
Meskipun tergolong aman, namun Paracetamol juga memiliki sejumlah efek samping, seperti:

  • Alergi dalam bentuk ruam atau bengkak
  • Gangguan pada darah
  • Kerusakan pada organ ginjal dan hati
Penggunaan paracetamol pada ibu hamil memiliki risiko janin yang kelak tidak subur. Sejumlah penelitian menemukan bahwa ibu hamil yang mengonsumsi paracetamol anaknya kelak berisiko tidak subur reproduksinya, baik anak perempuan maupun anak laki-laki.

Sementara penggunaan paracetamol pada ibu menyusui sejauh ini tidak ditemukan efek samping yang berarti. Kandungan paracetamol memang bisa masuk dalam kandungan ASI, namun dalam jumlah sedikit dan tidak membahayakan bayi yang menyusu. Namun ibu menyusui disarankan untuk mengonsumsi paracetamol dalam jumlah sesedikit mungkin dan dalam periode sesingkat mungkin. 
 
source: http://vivianemclean.com.br/wp-content/uploads/2016/05/woman-taking-pill-with-water-picture-data.jpg

Apa yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi paracetamol?
Pertama, Moms yang sedang menjadi ibu menyusui perlu berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter. Kedua, Moms yang memiliki alergi terhadap paracetamol, bobot tubuh di bawah rata-rata, atau gangguan ginjal dan hati juga harus lebih berhati-hati dalam mengonsumsi paracetamol.
 

source: https://www.verywellfamily.com/thmb/GxH8_YIVJSrpdJq65tIuumA3eaI=/768x0/filters:no_upscale():max_bytes(150000):strip_icc()/GettyImages-149263233-56e1ecc55f9b5854a9f89a23.jpg