Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melalui laman resminya memberikan keterangan bahwa vaksin MR sangat penting diberikan kepada anak sebagai upaya untuk mencegah dan melindungi anak dari penyakit campak dan rubella. Campak dan rubella sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus campak dan rubella.

Penyakit ini sangat menular dan mudah menulari siapa saja baik anak-anak maupun orang dewasa. Anak-anak dan orang dewasa yang belum pernah di imunisasi campak dan rubella memiliki risiko tinggi untuk tertular.
 

source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTiABz1TIKpmsx9uvMSNPrIStPTaM0aBbxWBJujUE-74tO7j4g0bQ

Manfaat dan efek samping Vaksin MR

Vaksin MR diberikan pada semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama kampanye imunisasi MR. Selanjutnya, vaksin MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD atau sederajat menggantikan imunisasi campak.

Pemberian vaksin MR pada anak adalah dengan menyuntikan vaksin pada bagian otot atau paha anak. Bagaimana jika anak sudah pernah imunisasi campak? Anak Moms tetap harus melakukan imunisasi MR. Hal ini agar anak mendapatkan kekebalan tubuh terhadap rubella. Selain untuk anak, vaksin ini juga direkomendasikan pada wanita yang ingin merencanakan kehamilan lho Moms. Imunisasi dianggap merupakan satu-satunya pencegahan yang paling efektif dan cost effective terhadap penyakit campak dan rubella yang membahayakan janin. 
 

source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRsBDAnDbzxrFBFCY2yU2i1QRjG5BoU-JaCjiygUQbOa9AqhlMZwA

Lantas bagaimana mengenai efek sampingnya? Tidak usah khawatir, Moms! Pernyaataan WHO dan BPOM menyebutkan bahwa tidak ada efek samping yang membahayakan jiwa anak terkait penggunaan vaksin MR.

Setelah imunisasi MR, Kamu mungkin akan menemukan bengkak ringan pada bekas tempat suntikan imunisasi. Beberapa anak merasa sedikit nyeri atau mengalami demam ringan dan ruam merah. Tapi ini adalah reaksi yang normal dan biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam 2 atau 3 hari kemudian. Jadi, Moms tidak perlu cemas ya!

baca juga

Apa yang terjadi jika tidak diberikan Vaksin MR?

Meskipun tampak sepele, namun campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk, bahkan kematian apabila tidak ditangani dengan baik. Rubella biasanya memberikan dampak ringan pada anak Moms, namun, tidak demikian untuk Ibu hamil.

Bagi si Ibu mungkin tidak beresiko serius, tapi Rubella dapat menimbulkan dampak serius bagi janin yang dikandung . Apabila Ibu terinfeksi rubella pada trimester awal atau pertama kehamilan, rubella dapat menyebabkan keguguran janin. Selain itu,  rubella bisa menyebabkan kecatatan pada bayi yang dilahirkan. Kecacatan tersebut dikenal dengan nama Sindroma Rubella Kongenital yang meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan. 
 

source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRePp9GZH2KHEeJHtpxzt3zZJshzYbAdso0U2sdjKi8WlU__Hml

Tidak ada obat untuk penyakit yang disebabkan virus rubella Moms. Moms hanya bisa berikhtiar untuk mencegah penularan virus melalui pemberian vaksin MR. Imunisasi bisa didapatkan di sekolah, posyandu, dan puskesmas maupun fasilitas pelayana kesehatan lainnya.