Sindrom Progeria 

Progeria merupakan sebuah penyakit kelainan genetika yang cukup langka terjadi. Yang membuat sindrom ini mengkhawatirkan adalah karena anak yang terkena sindrom ini memiliki risiko yang fatal karena mematikan. Pada dasarnya, ada tiga jenis progeria yang perlu kamu ketahui, di antaranya:

  • Sindrom Progeria Hutchinson-Gilford, yaitu jenis progeria yang paling sering diderita anak-anak.
  • Sindrom Progeria Werner, yaitu jenis sindrom progeria yang terjadi pada anak remaja.
  • Sindrom Progeria Wiedemann-Rautenstrauch, yaitu jenis sindrom progeria yang menyerang bayi saat masih berada dalam kandungan.

 

Gejala Bayi Dengan Sindrom Progeria yang Harus Diketahui Para Orang Tua
source: http://thingsthatsuck.info/


 


Sindrom Progeria Hutchinson-Gilford

Sindrom Progeria Hutchinson-Gilford merupakan sebuah penyakit genetika yang menyerang bayi. Jenis sindrom progeria yang satu ini paling banyak terjadi pada balita. Secara umum, kondisi ini membuat fisik bayi menua dengan cepat. Mekanisme penuaan cepat ini dimulai sejak dua tahun pertama setelah bayi lahir. Satu hal yang perlu kamu ketahui, sindrom ini tidak menular dan bukanlah penyakit yang diturunkan oleh orang tua. Siapa pun berisiko terkena kondisi ini tanpa mengenal jenis kelamin ataupun ras.

 

Gejala Bayi Dengan Sindrom Progeria yang Harus Diketahui Para Orang Tua
source: http://www.montgomerynews.com/amblergazette/news/erdenheim-brothers-with-fatal-aging-disease-progeria-find-hope/article_0a2df8d9-06aa-5540-862d-9a6b00088c2c.html


Dari data yang terkumpul, dalam 4 juta kelahiran, hanya satu bayi yang dilahirkan dengan sindrom ini. Bayi yang terkena sindrom progeria biasanya hanya memiliki usia untuk harapan hidup selama 13 tahun. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, ada beberapa anak yang berhasil bertahan hidup hingga 20 tahun lebih.
 

baca juga


Gejala Progeria

Kamu perlu mewaspadai adanya risiko kondisi ini sebab bayi dengan sindrom progeria biasanya terlihat normal saat dilahirkan. Biasanya sindrom ini baru dapat diidentifikasi pada beberapa bulan awal kelahirannya. Nah, berikut ini adalah beberapa gejala yang dapat kamu amati pada bayi dengan sindrom progeria: 

  • Suara bayi cenderung nyaring dan bernada tinggi.
  • Kulit bayi tampak tidak halus, melainkan keriput, ada bintik-bintik, serta semakin menipis.
  • Pertumbuhan gigi terhambat, terasa lambat dan tidak normal.
  • Rambut rontok yang tidak biasa, termasuk rambut pada bagian bulu mata dan alis.
  • Pembuluh darah pada bawah kulit dapat terlihat jelas.
  • Daun telinga tampak semakin melebar.
  • Ukuran dan bentuk bola mata membesar serta terlihat menonjol keluar
  • Kelopak mata tidak dapat tertutup dengan sempurna.
  • Lemak pada tubuh dan otot mengecil dan menghilang.
  • Bentuk dan ukuran kepala tampak tidak proporsional, misalnya terlihat lebih besar jika dibandingkan dengan tubuhnya.
  • Bagian wajah terkesan menyempit (mungil) serta bagian rahang bawah lebih kecil dibanding rahang atas.
  • Pendengaran tidak berfungsi baik, bayi tidak merespon panggilan dengan cepat.
  • Tulang bayi rapuh, kesulitan dalam bergerak dan beraktivitas. Perkembangan motorik tampak terhambat.
  • Terjadi dislokasi panggul.
  • munculnya penyakit jantung dan pembuluh darah yang relatif parah.
  • Tubuh menjadi resisten terhadap insulin.
  • Persendian bayi tampak kaku.
  • Jaringan kulit tampak mengeras serta menebal hingga menyerupai skleroderma.

 

Gejala Bayi Dengan Sindrom Progeria yang Harus Diketahui Para Orang Tua
source: https://www.ntd.tv/


Apabila kamu mendapati anakmu atau anak-anak di sekitarmu mengalami hal-hal seperti itu, cobalah segera konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.