Meninggal Setelah 7 Jam Berjuang Hidup

Kelahiran bayi malang tersebut membuat sang Ibu dan Ayah terlihat syok berat. Tidak ada yang menyangka bahwa buah hati yang dikandung selama 9 bulan mengalami penyakit langka. Bayi tersebut lahir pukul 15.30 di RSUD Panyabungan Kota. 

Tim dokter telah memprediksi bahwa bayi malang tersebut tidak akan bertahan lama. Saat baru lahir, kondisi bayi sudah terlihat lemah. Setelah 7 jam bertahan, sang bayi meninggal pada pukul 22.45.

Belum Diketahui Apa Penyebab Pastinya

Dokter belum mengetahui secara pasti apa penyebab kondisi bayi bermata satu. Penyebab bayu baru lahir dan mengalami kecacatan kemungkinan adalah paparan radiasi maupun virus. 

Jika melihat latar belakang sang Ayah yang bekerja di daerah pertambangan, hal ini mungkin saja terjadi. Tapi, orang tua bayi masih belum dapat mintai keterangan mengenai perihal ini. Orang tua bayi cenderung tertutup mengenai kondisi mereka. 

Belum Diketahui Apa Penyebab Pastinya
source: https://medium.com/
baca juga

Cyclopia, Sebuah Penyakit Langka

Kondisi bayi yang lahir dengan satu mata ini dikenal sebagai cyclopia. Kasus cyclopia ini merupakan salah satu bentuk cacat yang paling langka di dunia. 

Cyclopia dikenal juga sebagai alobarholoprosencephaly. Kondisi kesehatan ini biasanya terjadi pada 1 dari 100 ribu bayi baru lahir. Dari catatan kasus, hanya ada 7 bayi yang terlahir dengan kondisi ini di dunia. Tercatat bayi terakhir lahir dengan penyakit Cyclopia terjadi di mesir beberapa tahun lalu. 

Cyclopia sendiri disebabkan oleh paparan radiasi dalam rahim yang menyebabkan pembentukan soket mata bayi tak sempurna saat di dalam rahim ibu. Bayi dengan Cyclopia biasanya tidak memiliki hidung. Ia hanya memili semacam belalai (pertumbuhan hidung tak sempurna) dan terkadang tumbuh di atas mata.

Mengutip Healthline, cyclopia adalah cacat lahir langka yang terjadi ketika bagian otak depan tak membelah di kanan dan kiri. 

Keadaan ini membuat bayi gugur dalam kandungan atau meninggal saat dilahirkan. Meskipun bisa bertahan, tapi bayi tidak akan bertahan hidup dalam waktu yang cukup lama. Pasalnya kondisi bayi Cyclopia tidak sekedar kondisi nayi nermata satu. Akan tetapi bayi mengalami malformasi otak semenjak dalam kandungan.
 

Penyebabnya belum Pasti

Peneliti belum dapat memastikan apa penyebab pasti kondisi Cyclopia. Seperri halnya terjadi pad bayi perempuan di Mandailing Natal. Tapi, sebagian dari mereka meyakini bahwa paparan kimiawi menyebabkan cyclopia. Namun, spekulasi ini tidak terbukti secara ilmiah. Hasil penelitian menyebutkan tidak ada korelasi antara paparan zat kimia berbahaya dengan kondisi Cyclopia. 

Sekitar sepertiga bayi dengan cyclopia diduga penyebabnya adalah kelainan kromosom. Secara khusus, holoprosencephaly terjadi ketika ada tiga salinan kromosom 13. Namun kasus kelainan kromosom lain juga diidentifikasi sebagai kemungkinan penyebab cyclopia. 

baca juga

Nah Moms, untuk mengetahui adanya kelainan atau penyakit pada bayi dalam kandungan, dokter akan mendeteksinya melalui usg dan serangkain tes.