Lebih Mudah Menggapai Benda

Saat bayi berjalan dengan ke empat roda, tentu bayi akan lebih leluasa bergerak. Baby walker yang lebih tinggi membuat bayi lebih mudah untuk menggapai apapun yang ada di depannya. Benda-benda berbahaya yang sengaja disingkirkan oleh Moms akan lebih mudah dijangkau. Jika tidak hati-hati, benda yang diletakan lebih tinggi bisa melukai kepala bayi. 

Lebih Mudah Menggapai Benda
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcSLDxHh8DmvuTWVrmv7lffKRHRSosNje9jO8hE2oMlR6Xteoabz

Risiko Terjatuh

Tidak sedikit bayi yang terjatuh dari baby walker. Apalagi saat bayi berjalan sangat cepat dan susah untuk digapai. Bayi belum bisa mengetahui mana jalan yang berbahaya dan tidak, sehingga saat ada turunan atau tangga, bayi bisa saja mengalami kecelakaan yang berakibat fatal. Belum lagi jalanan yang tidak rata dan benda dibawah kaki bayi yang tidak bisa terlihat akan membuatnya tersandung. 

Risiko Terjatuh
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcTe8-xNZmZxna2uv7b4bvQMJWJQJWEeGcsZwyg_uRo94bTicsLi
baca juga

Benarkan Baby Walker dapat Menstimulasi Motorik?

Baby walker merupakan perangkat keras dengan empat roda di bawahnya. Keempat roda itulah yang membantu bayi "berjalan".  Baby walker disebut dapat membantu pertumbuhan bayi yaitu dengan menstimulasi motorik kasar bayi terutama pada tungkai bawah.

Namun, penggunaaan baby walker justru menguatkan otot yang salah. Kedua tungkai bawah memang diperkuat, tetapi tungkai atas (paha) dan pinggul tetap tidak terlatih. Padahal tungkai atas dan pinggul sangat penting untuk berjalan. Jadi pemakaian Baby Walker tidak bermanfaat untuk melatih anak berjalan. Bahkan, baby walker sebenarnya menghambat tahapan perkembangan bayi secara alamiah saat belajar berjalan. Bayi tidak memiliki semangat untuk melangkah karena ada alat yang dapat memudahkan ia bergerak ke mana pun tanpa harus berusaha lebih keras. 
 

Jadi, daripada menggunakan baby walker, Moms lebih disarankan untuk menstimulasi bayi berjalan secara alamiah. Misalkan dengan menyemangatinya berdiri berpegangan, membiarkannya merangkak, memberinya benda agar ia mau untuk meraih dengan berpindah, dan cara-cara lainnya.