1. Hadapi dengan Tenang dan Bijak

Ketika mengetahui bahwa anak sedang berbohong, kadang reaksi pertama yang muncul adalah marah. Alih-alih bersikap marah, sebaiknya kamu tetap tenang dan menghadapinya dengan kepala dingin. Marah dengan anak karena dia berbohong atau melakukan kesalahan akan mengalihkan fokus untuk menyelesaikan masalah. Cobalah tips ini. Diam sejenak, hitung sampai 10 dan tetap tenang. Lalu, ajak anak berbicara. Jika anak khawatir akan dihukum atau diteriaki karena ketahuan berbohong, maka ia akan semakin takut untuk mengakuti kebenaran. 
 
1. Hadapi dengan Tenang dan Bijak
source: https://www.bellamysorganic.com.au

 

2. Ubah Pertanyaan

Tips mendidik anak selanjutnya adakah dengan tidak memberi kesempatan untuk berbohong dengan mengajukan pertanyaan yang sudah kamu ketahui jawabannya. Misalnya, daripada bertanya, "Apakah sampah sudah dibuang?", cobalah dengan, "Apakah kamu akan membuang sampah setelah mengerjakan PR atau setelah bermain?" Nah, jika anak ternyata belum membuang sampah, maka ia tidak akan membuat cerita yang menciptakan kebohongan kenapa ia belum membuang sampah. 
 
2. Ubah Pertanyaan
source: https://financialtribune.com

 
baca juga

3. Cari Tahu Alasan Anak Berbohong

Ketika anak tidak jujur, cobalah untuk memahami apa yang mungkin menjadi alasannya untuk berbohong. Apakah karena takut? Jika demikian, coba bicara dengan anak dan katakan tak perlu takut untuk mengatakan hal sebenarnya, dan ajak untuk menyelesaikan masalah bersama-sama. Sebagai tambahan untuk mendidik anak agar tidak berbohong, coba perkenalkan dengan beberapa cerita seperti The Emperor’s New Clothes, The Boy Who Cried Wolf dan Pinocchio. Dari cerita-cerita itu anak akan mendapat pesan bahwa berbohong itu tidak baik dan bisa merugikan dirinya juga orang lain. 
 
3. Cari Tahu Alasan Anak Berbohong
source: https://www.rd.com/wp-content/uploads/2017/10/If-Your-Children-Lie-It-Could-Actually-Be-a-Sign-of-Intelligence_622368920_BlurryMe-1024x683.jpg

 

4. Setiap Tindakan Ada Konsekuensi

Perbuatan baik ataupun perbuatan tidak baik memiliki konsekuensi masing-masing. Saat anak mengatakan suatu kebenaran atau kejujuran, maka jangan ragu untuk memberikan pujian. Sebaliknya, saat anak berbohong, berikan konsekuensi yang dapat membuatnya belajar bahwa berbohong itu tidak baik dan tidak akan pernah melakukannya lagi. Misalnya, ketika anak berbohong mengenai sudah mengerjakan PR padahal belum, maka konsekuensi yang didapat adalah PR tertunda ataupun tidak selesai dan mendapat hukuman atau nilai tidak memuaskan di sekolah. 
 
4. Setiap Tindakan Ada Konsekuensi
source: https://www.divorceny.com