Asfiksia Neonatorum
 

Duh, Bayimu Terkena Asfiksia? Jangan Panik, Ini Penanganan Asfiksia Pada Bayi yang Harus Kamu Ketahui
source: http://www.cerebralpalsysymptoms.com/


Asfiksia Neonatorum merupakan sebuah gangguan kesehatan yang terjadi saat bayi tidak memperoleh cukup banyak asupan oksigen selama proses persalinan. Kondisini dapat memberikan dampak yang cukup fatal di mana Asfiksia Neonatorum menjadi salah satu penyebab utama kasus kerusakan otak serta kematian bayi di seluruh dunia. Kondisi ini juga banyak disebut sebagai asfiksia perinatal, hipoksia-iskemik ensefalopati, atau asfiksia bayi baru lahir.
 


Asfiksia Berat
 

Duh, Bayimu Terkena Asfiksia? Jangan Panik, Ini Penanganan Asfiksia Pada Bayi yang Harus Kamu Ketahui
source: https://www.healthline.com/


Kondisi asfiksia pada anak dapat terjadi dalam berbagai tingkat keparahan. Semakin parah atau semakin berat asfiksia dapat diamati dari gejala yang timbul. Nah, berikut ini adalah beberapa gejala yang menandakan si kecil mengalami asfiksia berat:

  • Pola pernafasan terdengar tidak teratur
  • Nafas anak sering mengeluarkan suara seperti dengkuran
  • Pernafasan berlangsung lambat
  • Bayi tampak lemah dan lesu
  • Bayi kerap mengalami kejang
  • Kulit terlihat kebiruan dan pucat
  • Denyut jantung bayi lambat dengan hitungan kurang dari 100 denyut per menitnya.
  • Hilang kesadaran

 

baca juga


Asfiksia Berat Pada Bayi Baru Lahir
 

Duh, Bayimu Terkena Asfiksia? Jangan Panik, Ini Penanganan Asfiksia Pada Bayi yang Harus Kamu Ketahui
source: https://www.wisegeek.com/


Sebenarnya, penyebab asfiksia berat pada bayi baru lahir berawal dari kondisi gawat janin di mana saat aliran darah dari ibu ke janin melalui plasenta mengalami gangguan. Hal inilah yang kemudian menyebabkan janin mengalami kekurangan asupan oksigen (Hipoksia). Jika keadaan ini berlanjut maka bayi akan memiliki risiko lahir dengan asfiksia. Berikut ini adalah beberapa faktor yang mengakibatkan asfiksia berat pada bayi baru lahir:

  1. Ibu mengalami Eklampsia atau Preeklampsia
  2. Gangguan Plasenta Previa
  3. Infeksi di masa kehamilan
  4. Melahirkan telat (Serotinus)
  5. Gangguan pada proses melahirkan
  6. Bayi terlilit tali pusat
  7. Gangguan pada tali pusat
  8. Kelahiran prematur
  9. Ibu dengan anemia


Asfiksia Berat Bayi Baru Lahir
 

Duh, Bayimu Terkena Asfiksia? Jangan Panik, Ini Penanganan Asfiksia Pada Bayi yang Harus Kamu Ketahui
source: https://hellodoktor.com/


Saat seorang bayi lahir dengan kondisi asfiksia atau sulit bernafas, dokter akan secara langsung menindaklanjuti dengan melakukan sejumlah penanganan untuk mencegah dan mengatasi komplikasi terjadi, seperti misalnya:

  • Resusitasi

Penanganan ini dilakukan dengan teknik menyalurkan oksigen langsung pada organ-organ vital bayi (paru-paru, jantung, otak) menggunakan alat ventilator. 

  • Extracorporeal Membrane Oxygenation (ECMO)

Teknik ini penanganan ini dilakukan dengan memasang paru-paru buatan untuk membantu bayi bernafas.

  • Pemberian Gas Nitrat Oksida

Terakhir, dokter juga dapat memasukkan gas nitrat oksida yangdimasukkan ke dalam tenggorokan menggunakan sebuah alat dalam bentuk tabung. Gas ini mampu berperan dalam \ melebarkan pembuluh darah di organ paru-paru agar sirkulasi oksigen di paru-paru dapat kembali lancar.

baca juga


Asfiksia Berat Bisa Sembuh
 

Duh, Bayimu Terkena Asfiksia? Jangan Panik, Ini Penanganan Asfiksia Pada Bayi yang Harus Kamu Ketahui
source: https://imperialbrc.nihr.ac.uk/


Bayi yang lahir dengan kondisi asfiksia memang berisiko mengalami hambatan dalam tumbuh kembangnya seperti dalam perkembangan motorik (kasar dan halus), kemampuan bahasa, serta perkembangan sosialnya. Itulah sebabnya kamu perlu memberikan perhatian khusus pada anak dengan asfiksia dan pastikan untuk selalu memeriksakan kondisinya pada dokter. Apabila kamu dapat memeriksanya sedini mungkin, maka kemungkinan untuk kesembuhannya akan lebih tinggi.