Bayi Sering Cegukan Normalkah?

Cegukan adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan udara dari dalam. Cegukan muncul saat diafragma berkontraksi dengan kuat karena adanya stimulasi otot. Cegukan sendiri adalah mekanisme tubuh yang wajar. Bayi biasanya mengalami cegukan sehabis makan atau menyusu. Ini disebabkan saat proses makan, ada udara yang turut masuk ke dalam tubuh bayi melalui mulut. Cegukan pada bayi biasanya terjadi karena hal-hal berikut ini:
  1. Bayi terlalu kenyang. Makan terlalu kenyang memicu otot diafrgma menjadi kejang. Hal ini dapat menyebabkan munculnya cegukan. 
  2. Bayi menelan terlalu banyak udara. ketika menyusu. Ketika bayi menyusu,  bayi ikut menghisap udara dari luar. Hal inilah yang biasanya menyebabkan bayi mengalami cegukan. 
  3. Bayi makan dengan posisi berbaring. Bayi yang makan dalam posisi tiduran akan banyak kemasukan udara di dalam perutnya. Dudukan bayi dalam posisi 30-45 derajat untuk mencegah bayi mengalami cegukan. 
Bayi Sering Cegukan Normalkah?

Bayi Sering Cegukan dalam Kandungan

Di dalam kandungan ternyata bayi juga bisa mengalami cegukan lho Moms. Ketika Moms sedang mengandung, mungkin Anda suka merasakan adanya gerakan kecil yang teratur dari dalam perut Anda. Moms biasanya mengalaminya selama beberapa waktu. Tahukah Moms kalau gerakan tersebut adalah gerakan bayi Anda yang sedang cegukan?
Bayi Sering Cegukan dalam Kandungan

Bayi cegukan di dalam kandungan adalah pertanda yang bagus karena berarti paru-paru bayi sedang berkembang. Bayi menghirup cairan amniotic atau yang biasanya kita kenal dengan cairan ketuban. Hal ini baik untuk melatih paru-paru bayi untuk mempersiapkan kematangannya saat dilahirkan nanti.

baca juga

Bayi Sering Cegukan dan Gumoh

Terkadang bayi juga mengalami cegukan dan gumoh. Gumoh adalah cairam susu yang keluar kembali dari perut bayi. Gumoh biasanya disertai dengan sendawa, cegukan atau batuk. Hal ini normal terjadi, selama bayi tetap berkembang sebagaimana mestinya. Akan tetapi, Moms mungkin perlu waspada, jika buah hati mengalami gumoh disertai gejala-gejala berikut ini:
  • Gumoh yang terjadi sampai anak berusia lebih dari satu tahun. 
  • ‎Gumoh berwarna kekuningan, hijau atau bercampur darah. 
  • ‎Gumoh tidak berhenti sampai 2 jam setelah menyusu. 
  • ‎Bayi menolak menyusu. 
  • Bayi kesulitan bernapas dan menunjukan tanda-tanda sakit. 
Bayi Sering Cegukan dan Gumoh

Penyebab Bayi Cegukan Setelah Menyusu

Bayi mengalami gumoh sehabis menyusu disebabkan karena perkembangan kerongkongan yang belum sempurna. Kondisi ini menyebabkan cairan yang masuk akan mengalami refluks atau naiknya cairan kembali ke kerongkongan. Kondisi ini normal,  selama bayi tetap terlihat nyaman dan tidak terganggu perkembangannya. Dalam memberikan susu dan makan pada bayi, sebaiknya Moms berikan dalam porsi kecil dan frekuensi sering. Hal ini untuk mencegah bayi menjadi terlalu kenyang.

 
Penyebab Bayi Cegukan Setelah Menyusu
baca juga

Cara Mengatasi Cegukan pada Bayi 0-6 Bulan

Cegukan pada bayi kerap terjadi pada usia 0-6 bulan. Cegukan sebenarnya sangat mudah diatasi. Beberapa cara mengatasi cegukan pada bayi 0-6 bulan, yaitu:
  1. Menepuk perlahan punggung bayi dengan posisi bayi digendong berdiri setelah menyusu. Tujuannya untuk membantu cairan masuk ke dalam saluran cerna dan mencegahnya keluar kembali. 
  2. ‎Mempertahankan posisi bayi 20-30 menit setelah menyusu dan menghindari menyusu dengan posisi berbaring. 
  3. ‎Hindari memberikan makan secara berlebihan pada bayi yang mengakibatkan bayi merasa kekenyangan. Karena perut yang terlalu kenyang dapat mengakibatkan diafragma berkontraksi dengan kuat. 
  4. ‎Posisikan bayi pada kemiringan 45 derajat saat menyusu atau makan untuk mengurangi udara yang ikut terisap saat bayi menyusu atau menyuap. 
Cara Mengatasi Cegukan pada Bayi 0-6 Bulan
source: https://www.prenagen.com/


Cegukan dan gumoh adalah hal yang sangat normal terjadi pada bayi dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, Moms perlu waspada dan memperhatikan jika ada gejala-gejala lain yang muncul. Jika buah hati menunjukan gejala sakit yang menyertai cegukan atau gumohnya, sebaiknya Moms segera memeriksakan buah hati Anda ke dokter.