Kesehatan Reproduksi: Penyebab Terlambat Haid pada Wanita

Ada beberapa penyebab kenapa haid datang terlambat. Berikut beberapa contohnya: 

1. Stres
Saat kita sedang stres, hormon yang mengatur siklus haid juga ikut terganggu. Itulah kenapa haid tidak teratur dan mundur daripada biasanya. 

2. Sindrom ovarium polikistik (PCOS) 
Wanita yang mengalami PCOS juga sering terlambat haid, karena memproduksi hormon laki-laki lebih banyak daripada hormon wanita. Salah satu gejala penyakit ini adalah tumbuhnya kumis atau rambut berlebihan pada wanita. 

3. Obesitas
Wanita yang memiliki berat badan berlebihan juga sering mengalami terlambat haid.

4. Gangguan makan
Gangguan makan akan menyebabkan berat badan turun drastis dan memengaruhi hormon di dalam tubuh. 

5. Alat kontrasepsi
Alat kontrasepsi berupa pil KB maupun yang ditanam dan suntik juga memberikan efek telat haid pada wanita. 
source: https://www.avawomen.com

 

Kesehatan Reproduksi Menurut WHO

Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan fisik mental dan sosial yang utuh pada fungsi, proses dan bebas dari penyakit sistem reproduksi. Semua orang, baik pria maupun wanita harus menjaga kesehatan reproduksinya agar tehindar dari penyakit. Sementara terlambat haid merupakan salah satu pertanda adanya gangguan atau kemungkinan penyakit pada sistem reproduksi. Untuk itu, saat haid datang terlambat, jangan dibiarkan saja, melainkan langsung periksakan ke dokter. Pemeriksaan dini akan membantu meringankan gangguan atau penyakit pada sistem produksi yang mungkin terjadi. 
 
source: http://intisari.grid.id


 
baca juga

Kesehatan Wanita Usia 40 Tahun Ke Atas

Bertambahnya usia berarti risiko terkena penyakit semakin bertambah. Untuk itu, wanita berusia di atas 40 tahun harus benar-benar ketat menjaga kesehatannya. Bukan hanya kesehatan fisik dan mental semata, namun yang tak kalah penting adalah merawat kesehatan reproduksi agar tidak terkena kanker. Kanker yang menyerang organ reproduksi seperti kanker serviks dan kanker ovarium paling banyak terdeteksi ketika wanita sudah berada di atas usia 40-an. 
Ingat, semakin tua umur seseorang maka tingkat kekebalan tubuh juga mulai menurun. Saat tingkat kekebalan tubuh mulai menurun maka mudah bagi virus penyebab kanker serviks dan kanker lainnya berkembang dalam tubuh. 
 
source: https://www.drinkuvo.com

 

Kesehatan Wanita Sepanjang Siklus Kehidupan

Dalam kehidupannya, wanita mempunyai tahapan masa yaitu masa bayi, masa kanak-kanak, pubertas, reproduksi, klimakterium, menopause dan senium.

1. Masa bayi: Organ genital internal pada bayi perempuan sudah sempurna
2. Masa kanak-kanak: Respon terhadap rangsangan masih sangat kecil dan belum memiliki 3. perkembangan organ genital yang berarti. 
4. Masa pubertas/remaja : Anak perempuan sudah mulai menstruasi, tumbuh rambut pada organ genital, payudara bertumbuh, pinggul juga mulai membesar. 
5.  Reproduksi : Masa ini terpenting bagi wanita dan berlangsung kurang lebih 33 tahun. Haid mulai teratur dan terjadi kehamilan. Setelah usia di atas 40, kesuburan pun menurun. 
6. Klimakterium : Masa ini merupakan peralihan yang berlangsung beberapa tahun sebelum dan sesudah menopause. 
7. Menopause : Hormon estrogen dan progesteron berkurang sehingga menyebabkan haid berhenti atau wanita tidak pernah mendapatkan haid lagi. Menopause menyebabkan beberapa perubahan fisik yang dapat mempengaruhi fungsi seksual seorang wanita. 
 
source: https://www.interfaithfamily.com

 
baca juga

Kesehatan Wanita Remaja

Memasuki usia remaja, anak putri mulai mengalami menstruasi. Kadang pola menstruasi pada remaja putri tidak teratur akibat pengaruh faktor hormonal dan aktivitas yang dilakukan. Yang paling penting adalah ibu harus mengajarkan anak untuk menjaga dan merawat organ intimnya. Contohnya dengan mengajarkan anak untuk tidak memakai celana dalam ketat dan tidak menyerap keringat, rutin mengganti pembalut ketika haid, risiko hamil jika berhubungan seksual, tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah dan lain sebagainya. 
 
source: https://www.videoblocks.com