Apa Itu Asam Urat?

Penyakit asam urat adalah bentuk arthritis (peradangan yang terjadi pada sendi) yang dikenal masyarakat dengan istilah encok. Kondisi ini sangat menyakitkan karena terlalu banyak kadar purin di dalam tubuh. Purin merupakan protein yang ada dan diproduksi di dalam tubuh dan juga terkandung pada banyak makanan. Semakin banyak makan makanan yang mengandung purin, semakin besar juga tubuh dapat memproduksi asam urat atau uric acid.

Nah, kadar purin yang tinggi ini akan mengalir di dalam darah dan akhirnya mengubah asam urat menjadi kristal. Semakin lama, kristal akan menumpuk di sekitar sendi dan jaringan lunak tubuh lainnya. Akibatnya, sendi dan otot akan terasa linu serta nyeri. Seperti inilah proses terjadinya asam urat pada tubuh.

Namun, pada asam urat normal, moms jangan khawatir, kondisi ini bisa hilang dalam satu atau dua hari. Purin yang berlebih akan dibersihkan dari darah oleh ginjal dan dibuang dari dalam tubuh bersama dengan urine. Namun, kadar asam urat juga bisa terus menumpuk di dalam tubuh, saat ginjal terlalu sedikit membuang asam atau bila terus tubuh memproduksinya dalam jumlah banyak.

Penyakit ini umum terjadi, terutama pada orang dewasa yang berusia sekitar 40 sampai 50 tahun. Namun, orang berusia sekitar 20 tahun atau lebih dilaporkan juga bisa memiliki kondisi ini. Jempol kaki merupakan bagian yang paling sering terkena asam urat, tetapi penyakit ini juga dapat memengaruhi sendi lain di kaki, seperti lutut, pergelangan kaki, telapak kaki. Asam urat juga kadang terjadi di lengan, tangan, pergelangan tangan, dan siku. Tulang belakang juga bisa terkena meskipun jarang.

Penyebab Asam Urat

Makanan dan minuman

Penyebab asam urat yang paling umum berasal dari makanan atau minuman. Sebab banyak makanan atau minuman yang mengandung purin tinggi sehingga produksi uric acid akan jadi lebih banyak untuk menyimbangkan kedua zat tersebut. Berikut berbagai makanan yang bisa jadi penyebab asam urat:

1. Alkohol

Orang yang sering minum alkohol memiliki risiko terkena asam urat lebih tinggi. Itulah sebabnya, dokter akan melarang minum alkohol bila moms memiliki kondisi ini. Alkohol tidak hanya memicu produksi asam urat lebih banyak, tapi juga membuat ginjal harus bekerja ekstra keras untuk membuang asam tersebut.

2. Minuman bersoda

Minum minuman bersoda memang sangat menyegarkan. Namun, jangan salah, terlalu banyak minum minuman ini bisa jadi penyebab asam urat. Minuman bersoda cenderung mengandung gula tambahan yang bisa memicu produksi asam urat lebih banyak. Jika terus terjadi, asam urat bisa menumpuk, mengkristal, dan menyebabkan peradangan pada sendi.

3. Sayuran hijau tertentu

Makan sayur itu sehat. Sayangnya, bagi orang dengan asam urat, beberapa sayuran bisa jadi penyebab asam urat kambuh. Untuk itu, mereka perlu menghindari beberapa sayuran tertentu. Sayuran seperti kembang kol, bayam, dan jamur memiliki kandungan purin yang lebih tinggi dibanding sayuran lainnya. Walaupun risikonya tidak sebanding dengan daging merah, moms tetap harus memperhatikan seberapa banyak konsumsi sayuran ini.

4. Daging hewan dan makanan lautDibanding sayuran, protein yang paling lengkap terdapat pada daging. Baik itu daging putih, seperti daging ayam atau ikan, maupun daging merah, seperti daging sapi. Akan tetapi, faktanya terlalu banyak mengonsumsi daging dapat menyebabkan berbagai penyakit, salah satunya penyebab asam urat.

Cukup konsumsi maksimal 6 ons daging per hari, dengan batas 3 ons per porsi makanan. Selain itu, makanan laut seperti kerang, kepiting, udang, dan lobster juga mengandung purin yang tinggi. Jika dikonsumsi sembarangan, risiko penyakit asam urat jadi lebih besar.

baca juga

Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Mengonsumsi obat diuretik jangka panjang telah dikaitkan dengan risiko terkena penyakit asam urat yang semakin tinggi. Kenapa? Obat jenis ini bisa membuat moms akan lebih sering buang air.

Kondisi tersebut bisa mengurangi jumlah cairan yang ada di dalam tubuh. Namun, cairan yang tersisa kemungkinan besar akan mengendap, mengkristal, dan akhirnya menyebabkan penyakit asam urat di kemudian hari.

Memiliki kondisi medis tertentu

Secara alami, ginjal memang akan menyeimbangkan kadar purin yang ada di dalam tubuh. Namun, proses itu bisa berjalan lambat pada orang dengan beberapa kondisi medis, seperti:

  •     Obesitas (kelebihan berat badan)
  •     Hipotiroidisme (kelenjar tiroid yang kurang aktif)
  •     Psoriasis
  •     Insufisiensi ginjal (ketidakmampuan ginjal untuk menyaring zat sisa)

Pengobatan Asam Urat

Agar kondisi tidak bertambah parah dan tidak menyebabkan komplikasi, asam urat harus benar-benar diobati. Obat asam urat dapat mengurangi keparahan gejala, mencegah gejala kambuh, serta mengikis asam yang mengkristal yang jadi penyebab asam urat.

Berikut obat asam urat yang biasanya digunakan untuk mengurangi keparahan gejala, antara lain:

1. Obat anti-radang nonsteroid (NSAID)

Obat anti-radang nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, yang lain) dan naproxen sodium (Aleve), serta resep NSAID yang lebih kuat seperti indomethacin (Indocin) atau celecoxib (Celebrex).

Obat asam urat ini mungkin akan terus bertambah dosisnya jika kondisi terus bertambah parah setiap kali kambuh. Efek samping penggunaan obat ini adalah sakit perut dan perdarahan pada sistem pencernaan.

2.  Colchicine

Dokter dapat merekomendasikan colchicine (Colcrys, Mitigare), sejenis pereda nyeri yang efektif mengurangi nyeri. Dosis obat disesuaikan dengan keparahan gejala.

Efek samping penggunaan obat ini adalah mual, muntah dan diare, terutama jika digunakan dalam dosis besar. Untuk serangan asam urat yang ringan, dokter akan meresepkan colchicine dalam dosis rendah untuk mencegah serangan terjadi lagi.

3. Kortikosteroid

Obat asam urat jenis kortikosteroid akan digunakan jika obat seperti colchicine atau NSAID tidak ampuh untuk meredakan gejala. Efek samping penggunaan obat ini adalah kadar gula darah dan tekanan darah dapat meningkat dan suasana hati jadi cepat berubah.

4. Obat-obatan untuk menghalangi produksi uric acid

Obat yang dapat menghambat tubuh untuk memproduksi asam urat adalah xanthine oxidase inhibitor (XOIs), termasuk allopurinol (Aloprim, Lopurin, Zyloprim) dan febuxostat (Uloric).

Obat ini dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah dan mengurangi risiko terjadinya penyakit asam urat. Sementara efek sampingnya adalah ruam pada kulit, mual, berkurangnya jumlah darah, dan penurunan fungsi hati.

5. Obat untuk menghancurkan asam urat

Obat-obatan yang dapat menghancurkan asam urat adalah uricosurics, termasuk probenesid (Probalan) dan lesinurad (Zurampic). Obat ini meningkatkan kemampuan ginjal untuk mengeluarkan asam urat dari tubuh sehingga dapat menurunkan kadar uric acid. Efek sampingnya termasuk ruam, sakit perut, dan risiko batu ginjal.

Selain obat asam urat yang diresepkan oleh dokter, beberapa obat alternatif atau makanan untuk penderita asam urat juga memiliki potensi untuk meningkatkan kesehatan orang dengan asam urat. Namun, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter untuk menghindari efek samping, kontraindikasi, dan alergi. Beberapa obat asam urat alternatif tersebut antara lain:
    

source: hellosehat.com
 

1. Jus seledri dan suplemen ekstrak biji seledri

Seledri kaya antioksidan lengkap dengan asam fenolik dan quecetin yang bisa melindungi tubuh dari peradangan, termasuk pada bagian sendi. Selain itu, biji seledri juga memiliki potensi untuk mengurangi penumpukan asam urat. Moms bisa mendapatkan manfaatnya dari seledri yang dibuat jus atau minum suplemen ekstrak seledri.

2. Jus ceri

Tidak berbeda jauh dengan seledri, buah ceri juga memiliki manfaat yang sama pada kesehatan tubuh, yaitu melindungi tubuh dari peradangan. Pengguaan obat allopurinol dengan tambahan jus ceri dapat menurunkan risiko penyakit asam urat sebesar 75 persen.

3. Minyak ikan dan suplemen magnesium

Minyak ikan mengandung asam lemak omega 3 yang sangat penting untuk mencegah peradangan dan meningkatkan kesehatan otak. Semenetara, magnesium dapat memperlambat produksi uric acid pada tubuh. Keduanya sama-sama melindungi tubuh dari peradangan dan menjaga kadar asam urat di dalam tubuh.
 

source: hellosehat.com

Walaupun obat merupakan cara paling efektif menyembuhkan berbagai penyakit, jika gaya hidup tetap buruk, tentu bisa menyebabkan gejala akan terus kambuh. Oleh karena itu, agar penderita asam urat dapat hidup sehat, mengubah gaya hidup adalah kuncinya.

baca juga

Apa Saja Pantangan Asam Urat?

Sebenarnya pantangan asam urat yang paling utama adalah menghindari hal-hal yang dapat memicu encok muncul. Lalu, apa saja pantangan asam urat yang harus dipatuhi?

1. Mengonsumsi makanan yang tinggi purin

Purin sebenarnya bisa ditemukan di berbagai makanan. Tapi dalam pantangan asam urat, moms hanya harus menghindari makanan dengan tinggi purin seperti jeroan, kaldu daging, sosis, bebek, dan berbagai jenis seafood. Sementara, makanan yang harus dibatasi yaitu:

  • Daging dan ayam yang hanya boleh 50 gram per hari
  • Kacang hijau, kacang kedelai, dan kacang tanah yang boleh dikonsumsi sebanyak 25 gram dalam satu hari
  • Beberapa macam sayuran contohnya, bayam, kangkung, buncis, kembang kol, daun serta biji melinjo yang masing-masing hanya boleh dimakan sebanyak 100 gram per hari.

Tidak semua makanan menjadi pantangan asam urat, kok. Ada beberapa makanan yang aman untuk dikonsumsi, bahkan dianjurkan seperti makanan yang rendah lemak, buah-buahan yang mengandung vitamin C dan kalium, seperti apel dan pisang yang bisa menolong moms terhindar dari encok yang kambuh. 

2. Tak mengatur pola makan dengan baik

Pantangan asam urat lain yang harus diperhatikan adalah mengelola dan mengatur pola makan dengan baik. Tak hanya melakukan diet rendah purin saja, namun, sebaiknya moms juga menghindari makanan yang mengandung lemak dan gula yang  tinggi. Selain buruk bagi kesehatan, makanan ini membuat timbangan berat badan mudah melonjak.

3. Tidak minum air yang cukup

Jarang minum air adalah pantangan asam urat selanjutnya. Moms harus menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik dengan minum air yang cukup. Usahakan untuk lebih banyak minum air putih, ketimbang air yang memiliki rasa manis. 

4. Tidak melakukan olahraga dengan rutin

Berdiam diri saja di rumah atau bermalas-malasan di dalam kamar adalah salah satu pantangan asam urat yang harus dipatuhi, jika tidak ingin encok kambuh. Berolahraga rutin dapat membuat moms menjaga berat badan tetap ideal. Semakin bertambah berat badan akibat malas bergerak, maka semakin sering serangan encok yang dapat alami di kemudian hari.

Semua pantangan asam urat tersebut penting untuk dilakukan jika tidak ingin merasakan nyeri dan sakit di persendian. Namun, bisa saja meski sudah mematuhi pantangan asam urat, gejala dapat muncul di kemudian hari. Jika hal ini terjadi, maka lakukan beberapa cara berikut untuk mengatasinya:

  • Angkat tungkai yang terkena serangan encok untuk mengurangi pembengkakan
  • Berikan kompres es pada sendi yang meradang selama sekitar 20 menit
  • Ulangi sesering yang diperlukan tapi pastikan suhu bagian yang dikompres telah kembali normal sebelum mengulanginya lagi.

Yuk olahraga dengan rutin dan pastikan untuk menghindari apa yang jadi pantangannya, Moms!