Pengertian Kesehatan Reproduksi

Kesehatan reproduksi menurut WHO adalah suatu keadaan fisik mental dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. 

Menurut BKKBN (2001, definisi kesehatan reproduksi adalah kesehatan secara fisik, mental, dan kesejahteraan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan sistem dan fungsi serta proses reproduksi dan bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit dan kecacatan. 

Menurut ICPD (1996) kesehatan reproduksi adalah sebagai hasil akhir keadaan sehat sejahtera secara fisik, mental, dan sosial, tidak hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala yang terkait dengan sistem, fungsi, serta proses reproduksi. 

Jadi, dapat disimpulkan kesehatan reproduksi adalah segala sesuatu yang menyangkut kesehatan seksual dan yang bertujuan untuk mencegah, menjaga, dan mengembalikan fungsi organ seksual dari gangguan. 
​​​
​​

Masalah Kesehatan Reproduksi dan Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita

Organ reproduksi wanita berperan penting dalam hubungan seksual, produksi sel telur, serta menjadi tempat sel telur berkembang hingga proses persalinan. Menjaga kesehatan reproduksi berarti juga menjaga kesehatan diri, bayi, dan pasangan. Perlu dilakukan pencegahan terhadap masalah yang mungkin terjadi, termasuk masalah kesehatan jangka panjang. 

Masalah Kesehatan Reproduksi dan Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita

Masalah kesehatan reproduksi wanita yang sering terjadi 

  • Gangguan menstruasi, terbagi menjadi tiga:
  1. Menorrhagia merupakan kondisi pendarahan haid yang banyak atau lama. 
  2. Amenora merupakan siklus menstruasi lebih dari 35 hari. 
  3. Dismenoria merupakan kondisi nyeri pada saat mengalami menstruasi. 
  • Miom atau mioma, merupakan pertumbuhan tumor yang berasal dari otot rahim berbentuk bulat dan keras. Miom tumbuh secara abnormal dan membentuk tumor jinak. Sebagian wanita pernah mengalami miom dalam hidup mereka. Gejala yang mungkin terjadi akibat miom:
  1. Masa menstruasi menyakitkan dan lebih panjang. 
  2. Darah menstruasi yang keluar lebih banyak. 
  3. Rasa sakit pada bagian perut dan punggung bawah. 
  4. Rasa sakit saat berhubungan seksual. 
  5. Sering buang air kecil. 
  6. Sembelit. 
  7. Keguguran, kemandulan, atau menglami permasalahan saat masa kehamilan. 
  • Endometriosis, penyakit yang disebabkan oleh tumbuhnya jaringan menyerupai selaput lendir di luar rongga rahim. Gejala yang paling umum adalah nyeri dan menstruasi tidak teratur. 
  • Vaniginitis atau peradangan vagina yang dapat menghasilkan keputihan, gatal dan nyeri. Vaginitis biasanya disebabkan oleh perubahan keseimbangan normal bakteri vagina, infeksi, atau menguranngya tingkat estrogen setelah menopause. Gejalanya antara lainkeputihan yang tidak biasa, gatal atau iritasi, nyeri saat buang air kecil dansaat berhubungan seksual. 
  • Kanker serviks adalah yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim.Pada tahap awal kanker serviks tidak menunjukkan gejala apapun. Gejala mulai muncul pada saat kanker mulai menyebar. 
baca juga

Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita 

Rajin menjaga kebersihan dan kesehatan alat reproduksi wanita dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Berikut ini cara menjaga kesehatan reproduksi wanita:

  1. Rajin membersihkan bagian luar vagina setelah buang air. 
  2. Rajin mengganti pembalut saat sedang menstruasi setidaknya 4 jam sekali. 
  3. Hindari menggunakan sabun pada alat kelamin. 
  4. Bersihkan alat kelamin sebelum dan sesudah berhubungan intim. 
  5. Rajin mengganti celana dalam setiap hari. 
  6. Jagalah kebersihan alat cukur. 
  7. Konsumsi makanan sehat. 
  8. Menjaga berat badan agar tetap ideal. 
  9. Melakukan pemeriksaan rutin. 
  10. Istirahat cukup. 
  11. Mengelola stres. 


 

Masalah Kesehatan Reproduksi dan Menjaga Kesehatan Reproduksi Pria

Tidak hanya wanita, kesehatan reproduksi juga sama pentingnya bagi pria. Karena kesehatan reproduksi yang terjaga dengan baik berkontribusi terhadap program hamil. 

Masalah Kesehatan Reproduksi dan Menjaga Kesehatan Reproduksi Pria

Masalah kesehatan reproduksi pria 

  1. Kanker Prostat umumnya terjadi pada pria di atas 40 tahun, terutama yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kesehatan serupa. Penyakit ini ditandai dengan rasa nyeri pada saat buang air kecil dan saat ejakulasi, serta rasa sakit di bagian punggung bawah. 
  2. Sperma berwarna merah dan menetes, warna merah berasal dari darah yang keluar akibat infeksi. Volume sperma akan berkurang setelah mengalami ejakulasi. Dapat disembuhkan dengan melakukan operasi. 
  3. Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan pria untuk melakukan atau mempertahankan ereksi saat berhubungan seksual. Meski tidak berbahaya, disfungsi ereksi dapat menimbulkan gejala penyakit berbahaya, bahkan jantung. 
  4. Sakit pada Mr. P, peradangan pada tabung yang membawa sperma pada testikel yang diakibatkan oleh infeksi bakteri. 
baca juga

Menjaga Kesehatan Reproduksi Pria 

Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi pria mulai dari gaya hidup tidak sehat, faktor lingkungan, dan kondisi medis tertentu. Berikut ini beberapa cara untuk menjaga kesehatan pria:

  1. Berhenti merokok dan berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol. 
  2. Menjaga berat badan. 
  3. Konsumsi makanan sehat. 
  4. Melakukan hubungan seks secara rutin. 
  5. Sunat. 
  6. Jaga testis tetap dalam keadaan sejuk. 
Ada beberapa cara untuk menurunkan suhu testis:
  • Batasi mandi air hangat. 
  • Jangan duduk terlalu lama, berdiri sejenak dan berjalan-jalan. 
  • Jika bekerja di area bersuhu panas, ambi beberapa waktu sejenak untuk berada di area bersuhu sejuk. 
  • Kenakan celana dalam nyaman dan tidak ketat. 

Nah, itu tadi serba-serbi tentang keseharan reproduksi yang harus mommy tahu. Jaga tiap anggota keluarga agar jangan sampai mengalami penyakit ya!