Kolesterol Normal

Perlu diketahui, tingginya kadar kolesterol pada tubuh wanita bisa menyebabkan banyak gangguan kesehatan seperti penyakit jantung dan gangguan kardiovaskular. Oleh karena itu, wanita disarankan selalu melakukan medical check up untuk mengetahui berapa kolesterol normal wanita yang aman.

Apabila kadar kolesterol normal wanita tidak tercapai, seorang wanita harus mulai menjaga pola makan dan gaya hidupnya lebih baik. Apabila Anda sering mengonsumsi makanan tinggi kolesterol, maka plak pada pembuluh darah jantung bisa terbentuk. Jika tidak mengubah pola makan, maka plak ini makin lama akan semakin menyempit dan bisa tersumbat seluruhnya.

Pada wanita, kolesterol normal wanita berada pada kisaran 100 mg/dL atau di bawahnya. Jika kadarnya sudah mencapai 130mg/dL, Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri dan menjalani pengobatan. Selanjutnya, jika kadar kolesterol mencapai 160 mg/dL berarti terdapat kondisi serius pada pembuluh darah, sehingga wajib diatasi sesegera mungkin.

Kolesterol Normal
source: http://hellosehat.com


Perlu diketahui, menghitung kadar kolesterol normal adalah gabungan dari sejumlah kolesterol jahat, kolesterol baik dan trigliserida. Hanya dengan melihat kadar kolesterol total dan HDL sudah bisa menggambarkan kesehatan secara umum.

Namun, apabila kolesterol total berjumlah 200 mg/dL atau lebih, atau HDL kurang dari 40 mg/dL, sepertinya Anda perlu melakukan pemeriksaan kolesterol lengkap yang mencakup  trigliserida dan LDL.

Apabila kolesterol LDL atau terlalu banyak di dalam darah hal itu akan membentuk plak yang bisa menyumbat pembuluh darah arteri. Pembuluh darah arteri yang tersumbat bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Perlu Anda ketahui juga, kadar HDL dalam tubuh wanita cenderung lebih tinggi daripada laki-laki karena adanya hormon estrogen. Oleh karenanya, kadar HDL sebaiknya 50mg/dL atau lebih. Karena ini adalah kolesterol baik yang menunjang kesehatan tubuh, maka akan lebih baik apabila kadarnya tetap tinggi.

Kadar kolesterol yang kurang dari 200 mg/dL masih bisa ditoleransi. Namun, jumlah kadar kolesterol 200-239 mg/dL sudah masuk pada ambang batas tinggi. Jika jumlahnya mencapai 240 mg/dL atau lebih termasuk tingkat kolesterol tinggi.

Selain itu, kadar kolesterol tiap orang berbeda-beda tergantung pola makan dan gaya hidupnya. Bahkan, meski mengonsumsi makanan yang sama, kadar kolesterol setiap orang bisa berbeda-beda. Beberapa orang mengalami kolesterol tinggi karena disebabkan oleh faktor keturunan.

Jangan lupa, sebelum Anda melakukan pemeriksaan kolesterol, sebaiknya Anda harus berpuasa selama kurang lebih 8-12 jam. Pengukuran kadar kolesterol bisa dilakukan dengan mengetahui berapa miligram (mg) kolesterol yang terdapat dalam setiap desiliter (dL) darah.

Gejala Kolesterol

Penyakit kolesterol tinggi biasanya tidak memiliki gejala apa pun. Maka itu, tes darah adalah satu-satunya cara untuk mendeteksi kadar kolesterol Anda.

Diagnosis dan perawatan dini dapat menghentikan kondisi ini memburuk dan mencegah kondisi medis darurat lainnya, maka itu bicaralah pada dokter Anda segera untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda memiliki kekhawatiran atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Gejala Kolesterol
source: https://titiknol.co.id
baca juga

Penyebab Kolesterol

Untuk dapat dibawa melalui darah, kolesterol harus menempel pada protein. Kombinasi protein dan kolesterol ini disebut lipoprotein. Berdasarkan jenis kolesterol yang dibawa lipoprotein, kolesterol dapat memiliki berbagai jenis, seperti:

  • Low-density lipoprotein (LDL). LDL, atau sering disebut kolesterol “jahat”, mengantarkan partikel kolesterol ke seluruh tubuh. Kolesterol LDL yang menumpuk pada dinding arteri, membuat arteri keras dan menyempit.
  • High-density lipoprotein (HDL). HDL, atau kolesterol “baik”, mengangkat kolesterol berlebih dan mengembalikannya ke hati.

Faktor yang berada di dalam kendali Anda, seperti gaya hidup sedentari (malas gerak), obesitas, dan pola makan tidak sehat akan meningkatkan kolesterol LDL dan membuat kadar kolesterol HDL menjadi rendah.

Selain itu, faktor di luar kendali Anda dapat berperan juga. Sebagai contoh, susunan genetik Anda dapat menjaga sel-sel dari mengeluarkan kolesterol LDL dari darah secara efisien atau menyebabkan hati Anda menghasilkan terlalu banyak kolesterol.

Faktor Pemicu

Ada banyak faktor risiko untuk kolesterol tinggi, yaitu:

Pola makan buruk

Mengonsumsi lemak jenuh, yang ditemukan pada produk hewani, dan lemak trans (ditemukan pada kue kering yang dijual bebas) dapat meningkatkan kadar kolesterol. Makanan yang tinggi kolesterol, seperti daging merah dan produk susu penuh lemak, juga akan meningkatkan jumlah kolesterol.

Obesitas

Memiliki indeks massa tubuh 30 atau lebih membuat Anda berisiko memiliki penyakit kolesterol tinggi.

Lingkar pinggang yang besar

Anda lebih berisiko memiliki penyakit kolesterol tinggi apabila Anda seorang pria dengan lingkar pinggang setidaknya 102 cm atau wanita dengan lingkar pinggang setidaknya 89 cm.

Kurangnya olahraga

Olahraga membantu meningkatkan LDL atau kolesterol “baik”, selagi meningkatkan ukuran partikel yang membentuk  HDL atau kolesterol “jahat”, yang membuatnya lebih tidak berbahaya.

Penyebab Kolesterol
source: http://otcdigest.id

Menurunkan Kolesterol

Mengatasi kolesterol yang tinggi pada tubuh bisa dilakukan dengan cara mengatur pola makan. Hindari mengonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak atau karbohidrat sederhana. Lebih baik mengonsumsi banyak sayuran, buah, dan mengganti nasi dengan karbohidrat tinggi serat seperti oatmeal.

Selanjutnya, ubah kebiasaan hidup yang sedentary. Lakukan olahraga secara rutin setiap harinya. Anda tidak perlu melakukan olahraga yang terlalu intens. Cukup lakukan olahraga ringan seperti jalan setiap pagi atau lari kecil semampunya. Seiring dengan berjalannya waktu, kemampuan tubuh untuk olahraga akan meningkat dengan sendirinya.

Selain itu, hindari konsumsi makanan yang mengandung lemak trans dan lemak jenuh karena dapat meningkatkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol total. Beberapa makanan yang mengandung kolesterol jahat di antaranya burger, lobster, hati sapi, steak dan kentang goreng.

Berikut ini beberapa jenis makanan yang dapat Anda konsumsi untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah, di antaranya:

  • Ikan yang kaya akan kandungan omega-3 seperti makerel, sarden, salmon dan tuna baik untuk menurunkan kolesterol dalam darah.
  • Dalam sehari Anda membutuhkan 5-10 gram serat larut. Guna mendapatkan serat tambahan ini Anda bisa mengonsumsi oatmeal.
  • Hazelnut dan almond adalah beberapa kacangan-kacangan yang dipercaya menurunkan risiko penyakit jantung.
  • Antioksidan yang dipercaya dapat menurunkan tingkat kolesterol jahat adalah minyak zaitun. Takarannya, konsumsilah 2 sendok minyak zaitun dalam sehari dicampur bersama dengan salad.
  • Selain itu, menjaga asupan makanan bergizi dengan membatasi kadar kolesterol jahat adalah sesuatu yang baik. Namun hal tidak akan bermanfaat apabila tidak dibarengi dengan gaya hidup sehat juga.


Cara terbaiknya adalah melakukan olahraga dengan rutin setidaknya 30 menit setiap hari. Sejumlah olahraga yang praktis dilakukan seperti bersepeda atau berjalan kaki. Terakhir, jangan lupa jaga berat badan ideal yang diiringi dengan makan yang sehat dan teratur.

Menjaga berat badan tetap ideal diiringi dengan menjalankan kebiasaan makan yang sehat dan teratur adalah sesuatu yang baik. Jika Anda mampu menurunkan berat badan sebanyak 2-5 kg, hal itu dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Menurunkan Kolesterol
source: https://hellosehat.com